Penipuan Mengatasnamakan TNI Marak, Dandim Gianyar Minta Masyarakat Waspada

Dandim Gianyar memberikan penjelasan mengenai aksi penipuan yang mencatut nama Kodim Gianyar.
Dandim Gianyar memberikan penjelasan mengenai aksi penipuan yang mencatut nama Kodim Gianyar.

GIANYAR, BALINEWS.ID – Meningkatnya kepercayaan publik terhadap TNI membuatnya menjadi sasaran penipuan. Beberapa bulan terakhir, kian marak penipuan mengatasnamakan TNI dari Kodim Gianyar. Yang menjadi sasaran korban ialah para pedagang makanan.

Hal itu dibenarkan oleh Dandim 1616/Gianyar, Letkol CPN I Gede Winarsa. “Kami menyadari bahwa penipuan online yang mengatasnamakan Kodim 1616 Gianyar telah merugikan masyarakat dan mencederai kepercayaan publik terhadap institusi kami. Oleh karena itu, kami terus berupaya untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak mudah tertipu,” ujarnya.

Menurut Letkol Winarsa, pelaku penipuan menggunakan berbagai modus. Seperti pemesanan barang atau jasa, permintaan bantuan darurat, atau bahkan mengaku sebagai pejabat Kodim yang membutuhkan dana cepat.

BACA JUGA :  Ratusan Pedagang Pasar Ubud Sepakat Jualan Bergantian Selama Renovasi

“Korban seringkali diminta untuk mentransfer sejumlah uang atau memberikan data pribadi yang sensitif. Pelaku memanfaatkan media sosial, email, atau aplikasi pesan untuk mengelabui korban,” jelasnya.

Ia juga menceritakan kasus terbaru yang terjadi beberapa hari lalu, di mana seorang korban dari Mengwi, Badung, datang ke Kodim Gianyar setelah tertipu oleh oknum yang mengaku sebagai perwakilan Kodim. “Korban tersebut datang dengan membawa makanan dan snack, karena mengira telah mendapatkan pesanan dari Kodim. Kami sangat prihatin dengan kejadian ini,” ungkapnya.

BACA JUGA :  SD Negeri 2 Celuk Sukawati Dibobol Maling, Kerugian Capai Rp50 Juta

Korban ini justru mentransfer dana ke penipu tersebut. Nah, sampai di Kodim, barulah korban sadar telah ditipu secara online.

Selanjutnya, untuk mencegah terjadinya korban baru, Kodim 1616 Gianyar telah mengambil beberapa langkah preventif. Pertama, memberikan imbauan kepada masyarakat dan pemilik usaha, villa, hotel, serta tempat usaha lainnya melalui Babinsa dan Danramil agar selalu berhati-hati dalam bertransaksi. Kedua, mensosialisasikan brosur pencegahan penipuan melalui media sosial. Ketiga, melaksanakan podcast di Radio Gelora Kabupaten Gianyar untuk memberikan informasi langsung kepada masyarakat.

BACA JUGA :  Sempat Dikira Korban Begal, Pengendara Motor Asal Banyuwangi Kecelakaan di Jalan Raya Saba

Selain itu, Kodim 1616 Gianyar juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku penipuan. “Kami berharap kerja sama dengan pihak kepolisian dapat membawa pelaku ke meja hijau dan memberikan efek jera,” tegas Letkol Winarsa.

Letkol Winarsa mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya terhadap tawaran atau permintaan yang mengatasnamakan Kodim 1616 Gianyar. “Masyarakat diharapkan selalu mengonfirmasi kebenaran informasi sebelum melakukan transaksi. Jangan memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal, dan selalu gunakan keamanan akun yang kuat,” pesannya. (bip)

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

DENPASAR, BALINEWS.ID – Kebakaran melanda sebuah rumah warga di Jalan Pulau Enggano, Banjar Pemogan, Kelurahan Pemogan, Kecamatan Denpasar...
NASIONAL, BALINEWS.ID – Sektor pariwisata Indonesia mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan, capaian...
DENPASAR, BALINEWS.ID – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, Tri Widiyanti, mengapresiasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mempertegas...
TABANAN, BALINEWS.ID – Seorang remaja laki-laki asal Banjar Pangkung Nyuling, Desa Abiantuwung, Kabupaten Tabanan, mendapat perhatian publik setelah...