Slot Header 970×90

Bali

Perempuan Paruh Baya Akhiri Hidup di Gubuk Pengolahan Rumput Laut Nusa Penida

Oleh Putri · null

31 Mei 2025 pukul 17.27 WITA · Klungkung · 1 menit baca

KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Di tengah geliat pariwisata Pulau Nusa Lembongan, menyisakan cerita duka. Seorang perempuan paruh baya inisial NS (54) kedapatan menin…
KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Di tengah geliat pariwisata Pulau Nusa Lembongan, menyisakan cerita duka. Seorang perempuan paruh baya inisial NS (54) kedapatan menin… — BaliNews.id

KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Di tengah geliat pariwisata Pulau Nusa Lembongan, menyisakan cerita duka. Seorang perempuan paruh baya inisial NS (54) kedapatan meninggal dunia di sebuah rompok atau bangunan sederhana pada Jumat (30/5/2025) di Dusun Ceningan Kangin Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung.

Kapolsek Nusa Penida AKBP Ida Bagus Putra Sumerta menjelaskan, korban NS (54) tinggal sendirian di rompok tersebut. Kesehariannya, korban adalah sebagai petani pengolah rumput laut.

Pihak kepolisian telah turun tangan mengecek TKP. Personil Piket Fungsi Polsek Nusa Penida bersama Personil Polsubsektor Lembongan serta Bhabinkamtibmas Desa Lembongan Bripka I Wayan Suwistra mendatangi TKP.

“Berdasarkan keterangan dari saksi GS (41), bahwa ia mendengar ada peristiwa orang bunuh diri dari warga dan berinisiatif untuk melihatnya,” ungkap Kapolsek.

Awalnya, GS melihat korban dengan posisi sedang terduduk, dengan tali berwarna warna hijau terikat di bagian leher. “Korban dalam keadaan sudah meninggal dunia,” kata Kapolsek.

Melihat kondisi korban, saksi lantas melaporkan kejadian tersebut ke petugas Kepolisian di Polsubsektor Lembongan Polsek Nusa Penida.

Menerima laporan tersebut anggota  piket Polsek Nusa Penida bersama Personil Polsubsektor Lembongan serta Bhabinkamtibmas langsung ke lokasi untuk mengamankan TKP dengan memasang garis polisi, kemudian mengolah TKP dan mengambil keterangan dari para saksi.

Dari hasil oleh TKP disimpulkan diduga kejadian meninggal disebabkan karena mengakhiri hidup. Keluarga korban yang dihubungi menerima kematian korban sebagai ajal, dan menolak dilakukannya otopsi. (bip)

Putri

Putri

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.