Ungkap Pengoplosan Gas, Putu Artha: Apa Kalian Ikhlas Jika Rakyat Bali Terus Menjerit Kesulitan Gas?

I Gusti Putu Artha mengungkap dugaan praktik pengoplosan gas elpiji bersubsidi di wilayah Gianyar melalui unggahan di media sosialnya.
I Gusti Putu Artha mengungkap dugaan praktik pengoplosan gas elpiji bersubsidi di wilayah Gianyar melalui unggahan di media sosialnya.

BALINEWS.ID, GIANYAR – Praktik dugaan pengoplosan gas elpiji bersubsidi kembali mencuat di Bali. Eks Komisioner KPU RI, I Gusti Putu Artha, mengungkap adanya aktivitas pengoplosan gas melon (elpiji 3 kilogram) ke tabung nonsubsidi di sejumlah titik, salah satunya di wilayah Kabupaten Gianyar.

Melalui unggahan di media sosialnya, Putu Artha mengaku telah memantau langsung lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan gas. Ia menyebut praktik tersebut masih terus beroperasi dan diyakini menjadi salah satu penyebab kelangkaan gas elpiji yang belakangan dikeluhkan masyarakat Bali.

“Selama tiga bulan terakhir sebenarnya saya menahan diri untuk tidak terlalu mengekspos persoalan gas ini. Padahal data yang saya miliki cukup lengkap, mulai dari foto, video, titik lokasi pengoplosan hingga kajian detailnya,” tulis Putu Artha.

BACA JUGA :  Komunitas Barong Agung Sabet Juara I Lomba Baleganjur Ngarap se-Bali di Festival Goa Lawah

Ia mengungkapkan, seluruh data tersebut telah disampaikan kepada petinggi Polri di Bali hingga Mabes Polri, termasuk Tim Reformasi Polri di Jakarta. Namun, hingga kini ia mengaku belum melihat adanya langkah penindakan yang nyata di lapangan.

“Yang ada hanya diskusi. Operasi tidak pernah dilakukan. Padahal rakyat Bali kembali menjerit karena gas langka dan harganya mencekik,” tegasnya.

Putu Artha menyebut, titik pertama pengoplosan berada di wilayah Gianyar, yang sebelumnya beroperasi di kawasan Siyut. Setelah lokasi tersebut sempat viral dan tutup selama beberapa bulan, aktivitas diduga berpindah ke sekitar Keramas. Ia bahkan mengaku berhasil merekam proses pengoplosan dari balik pagar lokasi.

BACA JUGA :  Diduga Terpleset, Lansia Ditemukan Tewas di Sungai Tukad Guming Denpasar

Selain Gianyar, ia juga menyoroti titik pengoplosan lain di Tabanan. Lokasi tersebut disebut berada di seputaran jalan utama Desa Buahan, sekitar 300 meter dari Kantor Desa. Menurutnya, warga sekitar kerap melihat pergerakan tabung gas ukuran 12 kilogram dan 50 kilogram pada malam hari, sementara gas melon masuk ke lokasi pada sore hari.

“Saya yakin 100 persen, karena puluhan truk gas melon isinya dipindahkan ke tabung 12 kg dan 50 lalu dijual di pasar gelap, maka kelangkaan terjadi.” ujarnya.

BACA JUGA :  Bali Sundaram Travel Rayakan Ulang Tahun ke-3 dengan Berbagi Keceriaan dan Kebersamaan

Dalam pernyataannya, Putu Artha juga mengaku sempat mendapat respons mengejutkan dari seorang pejabat kepolisian di Bali terkait dugaan aktor di balik praktik tersebut. Ia menilai kondisi ini sangat melukai rasa keadilan masyarakat.

“Apakah kalian ikhlas jika rakyat Bali terus menjerit kesulitan gas? Ini sungguh kejam,” tulisnya.

Di akhir unggahannya, Putu Artha mengajak masyarakat untuk ikut menyebarkan informasi tersebut agar mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ny. Eva Satria menggandeng Komunitas Sosial Peduli Yatim Piatu...
KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, membuka secara resmi Kejuaraan Daerah (Kejurda) Akuatik Indonesia...
INTERMESO, BALINEWS.ID - Setiap pertengahan Februari, etalase toko, linimasa media sosial, hingga dekorasi kafe berubah jadi lautan merah...
DENPASAR, BALINEWS.ID – Perayaan Hari Valentine setiap 14 Februari identik dengan bunga, cokelat, dan nuansa merah muda yang...