Peringatan Puputan Klungkung ke-118, Ketua DPRD Tekankan Aktualisasi Nilai Kepahlawanan di Era Modern

Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom

KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Kabupaten Klungkung memperingati Hari Puputan Klungkung ke-118 yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Semarapura ke-34, Selasa (28/4/2026). Momentum ini menjadi pengingat penting atas peristiwa heroik 28 April 1908, yang menandai berakhirnya perlawanan Kerajaan Klungkung terhadap kolonialisme Belanda di Bali.

Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom, mengajak seluruh masyarakat untuk tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para leluhur. Ia menegaskan bahwa semangat pengorbanan dalam peristiwa Puputan Klungkung harus terus dihidupkan dalam kehidupan masa kini.

BACA JUGA :  Mulai 2026, Ribuan Ibu Hamil Anak Nyoman-Ketut Dapat Insentif Kesehatan Hingga Melahirkan

Menurutnya, makna peringatan tahun ini semakin mendalam setelah Raja Klungkung, Ida I Dewa Agung Jambe, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2023. Hal tersebut dinilai sebagai pengakuan atas perjuangan luar biasa yang telah ditorehkan dalam sejarah bangsa.

“Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menumbuhkan kembali nilai Dharmaning Ksatriya Mahottama, yakni semangat berkorban demi kebenaran dan kepentingan bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, peristiwa Puputan Klungkung yang kini dikenang melalui Monumen Puputan Klungkung menjadi simbol keberanian dan keteguhan rakyat dalam mempertahankan kedaulatan, meski harus menghadapi risiko kehilangan nyawa.

BACA JUGA :  Patroli Dini Hari oleh Polres Gianyar, Polisi Temukan Pemuda Bawa Kapak

Selain upacara peringatan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Semarapura Festival yang berlangsung mulai 28 April hingga 1 Mei 2026. Festival ini diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan ekonomi kreatif sekaligus sarana promosi budaya lokal kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan.

Menurut Agung Anom, penguatan sektor budaya dan pariwisata harus berjalan seiring dengan semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu. Ia menilai nilai-nilai kepahlawanan perlu diterjemahkan dalam bentuk kontribusi nyata untuk pembangunan daerah.

“Jika dahulu para leluhur berjuang melawan penjajah, maka saat ini perjuangan kita adalah menghadapi tantangan sosial seperti kemiskinan dan ketimpangan, demi mewujudkan Klungkung yang lebih maju dan sejahtera,” tegasnya.

BACA JUGA :  Bupati Kembang Hartawan Tekankan Peran ASN sebagai Pelayan Rakyat

Melalui peringatan ini, diharapkan semangat juang dan nilai luhur yang terkandung dalam peristiwa Puputan Klungkung dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi masa kini dalam membangun daerah dan bangsa. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya