GIANYAR, BALINEWS — Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, terus bergerak menggali dan mengembangkan potensi lokalnya. Bukan sekadar membangun tempat rekreasi, kekayaan alam dan kearifan lokal di kawasan ini dioptimalkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat melalui pengelolaan BUMDes Tri Angga Jaya.
Salah satu potensi unggulan yang kini kian ditata rapi adalah Temesi Waterfall & Permandian 7 Bidadari. Destinasi wisata alam ini menawarkan perpaduan air terjun, mata air alami di aliran Tukad Sangsang, hamparan bebatuan sungai, serta cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun.
Pesona Permandian 7 Bidadari dan Tukad Sangsang
Berada di kawasan Tukad Sangsang yang asri, destinasi ini menghadirkan Permandian 7 Bidadari di sisi utara air terjun. Kolam seluas 45 meter persegi (5×9 meter) ini memanfaatkan sumber mata air alami yang mengalir melalui tujuh patung bidadari: Dewi Supraba, Dewi Nilotama, Dewi Tunjung Biru, Dewi Agar Mayang, Dewi Warsiki, Dewi Ken Sulasih, dan Dewi Surendra.
Menurut tradisi lisan warga setempat, kawasan tersebut dipercaya memiliki nilai kearifan lokal sebagai tempat pesiraman atau penyucian diri. Nilai spiritual ini kini dipadukan dengan pengelolaan wisata modern tanpa mengurangi kesuciannya.
Selain kolam permandian, pengunjung juga disuguhi ketenangan lanskap Tukad Sangsang. Hamparan batu-batu besar alami, suara gemericik air, serta kerindangan pohon menjadi spot alami untuk berendam, berfoto, maupun berelaksasi.
Dikelola BUMDes untuk Ekonomi Warga
Pengembangan kawasan wisata ini berada di bawah naungan BUMDes Tri Angga Jaya yang dipimpin oleh Sang Ayu Kadek Mariana (Direktur BUMDes), I Nyoman Sumantra (Unit Pariwisata & Digital), dan I Made Wirata (Ketua Pengelola).
Perbekel Desa Temesi, I Ketut Branayoga, S.E. (Ahok Temesi), menegaskan bahwa pengelolaan potensi alam harus berbanding lurus dengan kesejahteraan warga dan kelestarian lingkungan.
"Kami ingin potensi yang dimiliki Desa Temesi tidak hanya menjadi sesuatu yang kita banggakan, tetapi benar-benar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, BUMDes kami dorong untuk mengembangkan potensi desa secara profesional, termasuk sektor pariwisata, dengan tetap menjaga alam dan kearifan lokal," ujar Branayoga.
Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong agar pertumbuhan pariwisata Temesi berjalan berdampingan dengan masyarakat lokal. "Alam kita jaga, budaya kita rawat, kemudian manfaat ekonominya bisa kembali kepada desa dan masyarakat," pungkasnya.

