Slot Header 970×90

Nasional

PPDB Berganti Jadi SPMB, Simak Aturannya

Oleh Septian

1 Februari 2025 pukul 00.24 WITA · 1 menit baca

NASIONAL, Balinews.id - Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kini diubahn menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Perubahan ini menurut Menteri Pen…
NASIONAL, Balinews.id - Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kini diubahn menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Perubahan ini menurut Menteri Pen… — BaliNews.id

NASIONAL, Balinews.id - Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kini diubahn menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Perubahan ini menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dilakukan untuk memperbaiki sistem sebelumnya.

Pada SPMB, tak ada perubahan aturan untuk jenjang SD. Namun, beberapa perubahan akan diterapnan untuk jenjang pendidikan SMP dan SMA.

Lalu, apa saja perbedaan PPDB dan SPMB yang akan berlaku?

1. Zonasi Ganti Nama Jadi Domisili

Pada sistem PPDB sebelumnya, penerimaan siswa baru berdasarkan wilayah tempat tinggal dinamakan zonasi. Sementara pada SPMB berubah nama menjadi domisili.

Selain itu akan ada perubahan kebijakan seperti pengurangan kuota pada SMP dan SMA.

2. Tes Minat dan Bakat Jadi Pertimbangan Lolos Diterima SMK

Pada sistem PPDB, jalur pendaftaran SMK hanya dibuka melalui jalur afirmasi, prioritas terdekat, prestasi kejuaraan, dan persiapan kelas industri.

Namun dalam sistem SPMB, hasil tes minat dan bakat berdasarkan keahlian bakal menjadi pertimbangan penerimaan murid baru di tingkat SMK.

3. Jalur Prestasi Non-Akademik Tambah Kriteria Penerima

Bagi kamu yang memiliki bakat dalam kepemimpinan dan berorganisasi, ada kabar baik! Pada sistem SPMB akan ada penambahan kriteria penerima murid prestasi non-akademik. Salah satunya, melalui jalur kepemimpinan.

4. Kuota Jalur Afirmasi Ditambah

Pada SPMB, kuota afirmasi di jenjang pendidikan SMP dan SMA akan ditambah.

Kuota penerimaan murid baru lewat afirmasi di tingkat pendidikan SMP sebesar 15 persen jadi 20 persen. Sedangkan SMA dari 15 persen jadi 30 persen. (*)

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.