DENPASAR, BALINEWS — Rumah yang juga digunakan sebagai tempat pemotongan ayam di Jalan Cempaka Putih Gang Kelapa, Kelurahan Kesiman, Denpasar, terbakar pada Senin (5/10/2026) pagi. Kebakaran menghanguskan satu unit mobil, tiga sepeda motor, mesin pembersih ayam, serta sejumlah barang lainnya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.40 Wita. Informasi kebakaran diterima warga sekitar pukul 08.45 Wita setelah terdengar teriakan meminta pertolongan.
Saksi, Lutfi (47), mengatakan dirinya langsung keluar rumah setelah mendengar teriakan kebakaran dari tetangga. Saat berada di lokasi, ia melihat api berasal dari sebuah pos atau gubuk yang digunakan sebagai tempat istirahat di sekitar rumah.
Lutfi bersama warga kemudian berupaya memadamkan api menggunakan ember. Namun, api dengan cepat membesar karena material bangunan pos yang terbuat dari triplek mudah terbakar dan kondisi angin saat kejadian.
Warga selanjutnya menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sejumlah personel dari pos pemadam kebakaran, TNI, kepolisian, BPBD TRC, serta relawan kemudian diterjunkan untuk menangani kebakaran.
Saksi lainnya, Siti Lailatul Fitrian (21), mengaku mendengar warga berteriak meminta pertolongan. Saat keluar rumah, ia melihat sebuah gubuk atau pos telah terbakar dan api semakin membesar.
Siti kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pemadaman sebelum menjemput pemilik rumah, Rohmawati (28), yang saat itu sedang berjualan di Pasar Renon.
Setelah mendapat informasi tersebut, Rohmawati bersama saksi segera kembali ke rumah. Upaya pemadaman menggunakan selang air sempat dilakukan, namun tidak berhasil karena keterbatasan panjang selang.
Akibat kebakaran, sejumlah kendaraan dan peralatan usaha milik korban terbakar. Barang yang dilaporkan hangus antara lain satu unit Daihatsu Ayla warna putih bernomor polisi DK 1572 BB, tiga unit sepeda motor jenis Honda Vario, serta satu mesin pembersih ayam.
Data kepolisian mencatat kerugian korban mencapai sekitar Rp300 juta. Sementara laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar memperkirakan kerugian sekitar Rp250 juta. Luas area yang terbakar diperkirakan sekitar dua are.
Mengenai penyebab kebakaran, terdapat keterangan berbeda dalam laporan awal. Kepolisian menyebut api diduga berasal dari korsleting arus listrik pada pos tempat istirahat yang digunakan untuk sejumlah perangkat listrik. Sementara laporan pemadam kebakaran mencantumkan dugaan korsleting pada obat nyamuk elektrik.
Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Rohmawati bersama anaknya telah dievakuasi ke rumah kerabat untuk sementara waktu.
Petugas masih melakukan penanganan dan pendataan terkait kebakaran tersebut.

