TANGERANG, BALINEWS.ID – Pelemahan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian ekonomi global belum menggerus minat kalangan ultra-kaya terhadap properti premium. Hal itu tercermin dari penjualan enam unit rumah ultra-mewah seharga hingga Rp150 miliar per unit di kawasan BSD City pada tahap awal pemasaran.
Hunian bernama Island Villa yang dikembangkan Sinar Mas Land bersama Hongkong Land di kawasan NavaPark BSD City berhasil membukukan penjualan 50 persen dari total 12 unit yang dilepas pada fase pertama.
“Sebanyak enam unit telah laku, terdiri dari tiga unit tipe Signature dan tiga unit tipe Premium,” ujar Head Marketing and Business Development Division NavaPark, Wanto Ngali, Rabu (3/6/2026).
Island Villa dipasarkan dengan harga mulai Rp80 miliar hingga Rp150 miliar per unit. Secara keseluruhan, proyek ini hanya menghadirkan 35 unit hunian eksklusif yang dibangun di atas lahan sekitar delapan hektare.
Menurut Wanto, proyek tersebut memang dirancang untuk menyasar segmen Ultra High-Net-Worth Individuals (UHNWI) atau individu dengan kekayaan sangat tinggi, yang populasinya terus bertambah di Indonesia.
“Karena itu kami ingin menjawab kebutuhan pasar yang sangat khusus tersebut dengan menciptakan produk yang benar-benar berbeda,” katanya.
Deputy Group CEO Strategy Development and Assets Sinar Mas Land, Herry Hendarta, mengatakan Island Villa tidak hanya diposisikan sebagai hunian mewah, tetapi juga sebagai aset investasi jangka panjang.
“Kami memperkenalkan Island Villa sebagai hunian ultra-luxury terbaru yang dirancang untuk menjadi simbol prestasi sekaligus aset bernilai tinggi bagi pemiliknya,” ujar Herry.
Ia optimistis penjualan akan terus bergerak positif seiring tingginya permintaan dari konsumen kelas atas terhadap produk properti premium.
Island Villa terdiri atas dua tipe, yakni Premium dan Signature, dengan luas bangunan mulai 929 meter persegi hingga 1.324 meter persegi. Setiap unit memiliki lima hingga enam kamar tidur, lift pribadi, balkon, sistem smart home, serta garasi yang mampu menampung hingga enam kendaraan.
Konsep kemewahan juga ditampilkan melalui ruang keluarga dan ruang makan dengan plafon setinggi tujuh meter, jendela panorama berukuran besar, serta penggunaan material premium, termasuk marmer impor dan perangkat dapur merek Gaggenau.
Selain spesifikasi bangunan, proyek ini menawarkan lingkungan hijau sebagai nilai tambah. Penghuni memperoleh akses langsung ke Botanic Park seluas 10 hektare, private garden seluas satu hektare, serta jalur pedestrian eksklusif sepanjang 1,3 kilometer. Untuk menjaga privasi, kawasan hunian dilengkapi gerbang masuk khusus yang terhubung melalui jembatan eksklusif menuju area residensial.
Penjualan enam unit rumah pada tahap awal menunjukkan segmen properti ultra-premium masih memiliki daya tahan di tengah gejolak ekonomi dan pelemahan rupiah. Bagi kelompok masyarakat berpenghasilan sangat tinggi, properti mewah dinilai tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga instrumen diversifikasi aset dan penyimpan nilai jangka panjang di tengah ketidakpastian pasar.
