Slot Header 970×90

Sehari Sebelum Penetapan Tersangka, Kepala KSP Masih Sidak Gerai Obat Koperasi di Cakung

Oleh Giostanovlatto Sinantong · Redaksi

4 November 2026 pukul 00.51 WITA · 2 menit baca

Mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. [dokumentasi KSP]
Mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. [dokumentasi KSP]

BALINEWS - Sehari sebelum penetapan tersangka diumumkan, Kepala Staf Kepresidenan berinisial LSP masih berada di lapangan, memeriksa rak obat dan tabung gas di sebuah koperasi kelurahan di Cakung, Jakarta Timur.

Menurut keterangan resmi Kantor Staf Presiden (KSP), LSP melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Cakung Timur, Senin (2/11/2026).

Keesokan harinya, Selasa (3/11/2026) malam, Bareskrim Polri mengumumkan LSP sebagai salah satu dari tiga tersangka kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Yang diperiksa dalam sidak

Dalam sidak itu, LSP mengecek ketersediaan gerai obat, tabung LPG 3 kg bersubsidi, kebutuhan pokok dan barang subsidi dengan harga terjangkau.

Sidak tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo agar KDKMP menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk menyediakan apotek desa.

Pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Jakarta, 12 Juli 2026, Prabowo menegaskan pentingnya akses obat dengan harga terjangkau hingga tingkat desa.

“Obat generik yang dijual di Desa, bisa lebih murah daripada di kota,” kata Prabowo.

Obat dari Kimia Farma, dibina rumah sakit pertahanan

Gerai obat di koperasi Cakung Timur itu menjual obat yang dipasok Kimia Farma. Pembinaannya dilakukan Apotek Farmasi Pertahanan di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN).

“Hari ini saya sengaja memang melaksanakan inspeksi mendadak di KDKMP Cakung Timur. Untuk mengetahui langsung terkait dengan tindak lanjut dari perintah Bapak Presiden, khususnya ketersediaan obat dan juga barang-barang subsidi,” kata LSP, dikutip dari keterangan resmi KSP.

LSP juga melihat ketersediaan beras, obat-obatan, minyak dan tabung LPG 3 kg. Dalam foto resmi kegiatan itu, ia tampak memegang kemasan obat flu yang disertai obat batuk.

“Beberapa interaksi yang kita laksanakan dengan masyarakat, ada selisih harga yang lebih murah dibandingkan dengan tempat-tempat eceran yang lain. Jadi tentunya ini membantu masyarakat yang ada di sekitar Cakung,” ujarnya.

Kantor yang sepi

Berdasarkan pantauan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, kantor KSP terpantau sepi sejak siang hingga malam pada Selasa. Area parkir di depan lobi gedung yang biasanya dipakai kendaraan dinas KSP terlihat kosong.

Kondisi itu belum dapat memastikan keberadaan LSP maupun alasan ketidakhadirannya di kantor.

Kabar sejumlah jenderal Polri diamankan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk pemeriksaan internal sudah beredar sejak Selasa siang. Menurut sumber internal, seorang perwira tinggi bintang empat berinisial L sempat diamankan, lalu dilepaskan. Keterangan yang tersedia tidak menyebut apakah L dan LSP orang yang sama.

Di konferensi pers malam harinya, Kabareskrim Komjen Asep Safrudin menyampaikan penetapan tersangka.

“Penyidik telah menetapkan 3 tersangka dengan inisial LSP, ASN dan EH. Sementara 1 orang lagi masih saksi yaitu saudara SU,” ujarnya.

Status tersangka belum berarti terbukti bersalah. Tanggapan para tersangka belum tercantum dalam keterangan yang tersedia.

Giostanovlatto Sinantong

Giostanovlatto Sinantong

Giostanovlatto adalah pendiri Hey Bali yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling mudah dipahami. Kalau lagi nggak nulis, biasanya lagi surfing, ngopi, sunsetan, kadang liputan, kadang nyamar jadi CEO, curhat sama anjingnya, atau bengong di trotoar Renon sambil mencari ide. Belum pernah menang giveaway, tapi tetap optimis. Kalau chat-nya centang dua tapi nggak dibalas, anggap saja sedang mengejar rekor tidur.

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.