JAKARTA, BALINEWS — Sembilan pelaku usaha Indonesia yang berfokus pada solusi iklim dan keberlanjutan terpilih sebagai angkatan kedua KINETIK Sweef Fellows. Melalui program kemitraan strategis Indonesia-Australia ini, para penerima manfaat akan mendapatkan pendampingan khusus guna memperkuat operasional dan menarik modal investasi untuk menaikkan skala bisnis mereka.
Sembilan perusahaan rintisan (startup) terpilih tersebut adalah Sirsak, Charged, Boolet, Ikanesia, Jejakin, Rekosistem, Liberty Society, Z Bio, dan Liquid8. Seluruhnya menghadirkan inovasi praktis di sektor ekonomi sirkular, pengurangan limbah, pertanian berkelanjutan, pemantauan emisi, hingga transportasi ramah lingkungan.
Fokus Utama Inovasi dan Program Fellowship
Solusi Ekonomi Sirkular: Mengolah limbah menjadi produk bernilai tambah seperti pakan ternak, pupuk hayati, furnitur, hingga memberi nilai baru bagi sampah plastik, karton, dan tekstil.
Teknologi Iklim & Misi Lingkungan: Membantu perusahaan mendaur ulang kemasan, memantau proyek reboisasi, mengurangi emisi, memfasilitasi sepeda motor listrik, hingga memanfaatkan stok barang berlebih untuk menekan pemborosan.
Dukungan Kemitraan: Didukung oleh KINETIK, kemitraan unggulan Indonesia-Australia senilai AUD 600 juta untuk pengembangan infrastruktur berkelanjutan dan investasi iklim selama satu dekade ke depan.
Pemberdayaan Responsif Gender: Dijalankan oleh Sweef Capital—dana investasi berdampak yang dipimpin perempuan—guna memperbanyak keberadaan startup iklim yang responsif gender.
Mendorong Kesiapan Investasi
Konselor Infrastruktur dan Perubahan Iklim Kedutaan Besar Australia, Natalie Mendelsohn, menegaskan bahwa kesiapan bisnis yang solid adalah kunci utama dalam menarik perhatian investor global.
“Investor membutuhkan bukti yang meyakinkan bahwa sebuah bisnis dapat berkembang, memberikan hasil, dan menciptakan dampak yang berkelanjutan. Program ini akan membantu para Fellow membangun argumentasi investasi yang kuat dan memperoleh modal yang mereka butuhkan untuk meningkatkan skala solusi mereka,” ujar Mendelsohn.
Melalui program ini, para peserta akan memperoleh pendampingan bisnis dan bantuan teknis menyeluruh. Pendampingan tersebut mencakup pengukuran dampak iklim, sosial, dan gender, perluasan jangkauan pasar, hingga peningkatkan kesiapan teknis untuk meraih hibah maupun modal investasi.

