DENPASAR, BALINEWS.ID — Gelombang dukungan terhadap Hilda, kasir toko swalayan modern yang mendadak viral usai video mediasinya bersama anggota DPD RI AWK beredar luas di media sosial, terus mengalir. Kali ini, dukungan moral datang langsung dari konten kreator asal Bali, Damar Bali.
Dalam unggahan dan keterangannya, kreator yang dikenal gemar berinteraksi dengan binatang melata tersebut membagikan momen pertemuannya secara langsung dengan Hilda. Kedatangan Damar bertujuan untuk memastikan kondisi psikologis serta memberikan kekuatan moral bagi pegawai swalayan tersebut.
Kondisi Hilda dan Aliran Dukungan Hukum
Damar mengabarkan bahwa saat ditemui, kondisi fisik Hilda dalam keadaan sehat meski raut wajahnya masih menyiratkan rasa lelah akibat tekanan situasi yang dialaminya.
“Senang melihat Hilda sehat. Cuma sedikit lesu, tapi tetap menyapa dengan senyum. Sebelumnya kita memang sudah komunikasi,” ujar Damar.
Damar mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk menegaskan kepada Hilda bahwa ia tidak berdiri sendiri dalam menghadapi persoalan ini. Sejumlah pihak dari berbagai elemen masyarakat menyatakan kesiapan mereka untuk memberikan pengawalan dan bantuan hukum.
“Tujuan kedatangan kami untuk memberi dukungan moral kepada Hilda. Kami juga menginfokan bahwa Hilda tidak sendiri. Ada banyak pihak yang siap mem-backup Hilda dari segi hukum, baik dari ormas, advokat, sampai dewan pejabat baik dari level regional Bali maupun Nasional,” tegasnya.
Sorotan Terhadap Jalur Mediasi
Kasus ini kembali menyita perhatian publik setelah potongan video mediasi antara Hilda dengan seorang ibu penjahit yang dipimpin oleh anggota DPD RI Arya Wedakarna (AWK) viral di jagat maya. Dalam narasi yang beredar, argumen yang disampaikan oleh legislator tersebut dinilai publik terlalu menyudutkan posisi Hilda.
Menanggapi hal tersebut, Damar menilai dinamika yang terjadi saat mediasi cukup berat untuk dihadapi oleh seseorang di usia Hilda yang masih sangat muda.
“Intinya Hilda sehat. Namun dia masih sangat muda sekali, pikirannya tentu bergejolak dan belum siap menerima argumen-argumen yang bersifat intimidatif,” pungkas Damar.
Hingga saat ini, simpati dan dukungan jaminan perlindungan hukum dari publik serta berbagai organisasi di Bali terus bergulir untuk mengawal penanganan kasus tersebut agar berjalan secara adil dan proporsional.
