Slot Header 970×90

Senderan Sungai Jebol, Dua Rumah di Kamasan Rusak, Kerugian Ditaksir hingga Rp95 Juta

Oleh Kaka · Redaksi

20 Oktober 2026 pukul 20.17 WITA · 2 menit baca

Senderan Sungai Jebol, Dua Rumah di Kamasan Rusak, Kerugian Ditaksir hingga Rp95 Juta
Senderan Sungai Jebol, Dua Rumah di Kamasan Rusak, Kerugian Ditaksir hingga Rp95 Juta — Ist

SEMARAPURA, BALINEWS – Senderan di dasar dua unit rumah di Jalan Srikandi V, Banjar Sangging, Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung, jebol pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah bagian bangunan rusak dengan total kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp95 juta.

Kedua rumah diketahui dalam keadaan kosong saat kejadian. Pemilik rumah baru mengetahui peristiwa tersebut sekitar pukul 16.00 WITA setelah menerima informasi dari pihak lain. Laporan kemudian disampaikan kepada pihak terkait pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 09.00 WITA.

Kerusakan pertama dialami rumah milik Ni Wayan Muliani. Senderan di sisi selatan rumah sepanjang kurang lebih lima meter dilaporkan jebol hingga merobohkan bangunan garasi. Selain itu, tembok rumah dan lantai mengalami keretakan. Kerugian akibat kerusakan tersebut ditaksir mencapai Rp75 juta.

Kerusakan juga terjadi pada bangunan milik Ni Kadek Astini. Senderan di sisi selatan rumah beserta tembok penyengker sepanjang sekitar tujuh meter jebol. Sebuah pelinggih dan kandang ayam berbahan beton turut terjatuh ke alur sungai. Kerugian pada bangunan kedua diperkirakan mencapai Rp20 juta.

Kedua bangunan tersebut berada di kawasan perumahan Koperasi Srinadi Klungkung, tepatnya di atas senderan alur Tukad Subak Toye Hee. Di alur sungai yang sama, saat ini masih berlangsung pekerjaan pembangunan senderan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida.

Informasi awal menyebutkan, pemilik rumah telah meminta penjelasan kepada Koperasi Srinadi Klungkung selaku pengembang perumahan. Pihak koperasi disebut masih berkoordinasi dengan pelaksana pembangunan perumahan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Pemilik rumah juga telah berkoordinasi dengan BWS Bali-Penida terkait kerusakan yang terjadi di dekat lokasi pekerjaan pembangunan senderan sungai. Dalam koordinasi awal, persoalan perizinan bangunan turut menjadi perhatian karena pemilik rumah disebut belum dapat menunjukkan izin bangunan yang dimaksud.

PPK Irigasi dan Rawa BWS Bali-Penida, I Wayan Juliarta, berdasarkan informasi awal, menyatakan kesediaan membantu pembangunan kembali senderan sungai dengan ketentuan pemilik bangunan mengikuti aturan yang berlaku, termasuk menjaga jarak bangunan satu meter dari alur sungai.

Meski demikian, Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa belum bisa memastikan penyebab pasti jebolnya senderan belum dapat dipastikan. Dugaan awal mengarah pada posisi bangunan yang berada di atas senderan, kondisi tanah urug, serta adanya pekerjaan pembangunan senderan di alur Tukad Subak Toye He. "Tapi faktor-faktor tersebut masih memerlukan pemeriksaan teknis dari pihak berwenang," ujarnya.

Koordinasi lebih lanjut antara pemilik rumah, pihak pengembang, dan BWS Bali-Penida diperlukan untuk memastikan penyebab kerusakan sekaligus membahas tanggung jawab serta langkah perbaikan yang harus dilakukan. (*)

Kaka

Kaka

-

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.