Pojok NarasiBANYU PINARUH: Menyucikan Pengetahuan, Menjernihkan PikiranBALINEWS - Dalam tradisi Hindu Bali, hari suci Saraswati bukanlah perayaan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari rangkaian rerainan jagat yang sarat dengan pesan filosofis. Rangkaian itu dimulai dari Watugunung Runtuh, Sandang Wangke, Budi Urip, Saraswati, Banyu Pinaruh, Soma Ribek, Sabuh Mas, hingga Pagerwesi. Setiap tahapan memiliki makna yang saling bertaut, terutama dalam perjalanan manusia mencari, memperoleh, dan mengamalkan ilmu pengetahuan. Salah satu tahapan penting adalah Banyu Pinaruh, yang jatuh pada Redite Paing Wuku Sinta, sehari setelah hari suci Saraswati. Hari ini sekaligus menandai pergantian dari Wuku Watugunung menuju Wuku Sinta. Dalam sistem Wariga Bali, Wuku Sinta merupakan wuku pertama dari 30 wuku yang membentuk satu siklus pawukon. Pergantian wuku ini memiliki makna simbolis yang mendalam. Setelah melewati Wuku Watugunung, yang dalam mitologi dikaitkan dengan keruntuhan keangkuhan dan kesombongan, manusia memasuki Wuku Sinta sebagai permulaan baru.Penulis: AAGN Ari Dwipayana· 1 jam lalu· 5 mnt baca