Pojok NarasiPura dan Desa Adat Sebagai Benteng Ekonomi Umat Hindu NusantaraOleh: Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, Ketua Departemen Politik dan Pemerintahan, FISIPOL UGM Tujuan beragama Hindu sesungguhnya tidak berhenti pada pencapaian kebahagiaan rohani. Rumusan Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma menegaskan dua tujuan yang berjalan beriringan: moksa, pembebasan dan kebahagiaan rohani, serta jagadhita, kesejahteraan dan kebahagiaan dalam kehidupan dunia. Dengan demikian, membangun kesejahteraan umat bukan agenda yang berada di luar…Penulis: AAGN Ari Dwipayana· 18 Agu 2026· 7 mnt baca
Pojok NarasiMetodologi Hindu Nusantara: Satukan Umat, Rawat KebhinnekaanOleh: Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud sekaligus Ketua Departemen Politik dan Pemerintahan, FISIPOL UGM. Hindu di Nusantara memiliki watak yang khas. Ia tumbuh dan berkembang di sebuah negeri kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau, dipisahkan sekaligus dihubungkan oleh laut dan selat. Kondisi geografis, perjalanan sejarah, dan perjumpaan dengan kebudayaan setempat melahirkan wajah Hindu yang beragam: berbeda bahasa, tradisi, adat, dresta, maupun ekspresi keag…Penulis: AAGN Ari Dwipayana· 15 Agu 2026· 6 mnt baca
Pojok NarasiMembangun Kemandirian Pembiayaan PHDI: Dari Ketergantungan Menuju Pendanaan BerkelanjutanOleh: Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud sekaligus Ketua Departemen Politik dan Pemerintahan, FISIPOL UGM Transformasi kelembagaan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) tidak cukup hanya berbicara mengenai struktur organisasi, program kerja, sumber daya manusia, ataupun transformasi digital. Ada satu persoalan mendasar yang menentukan apakah seluruh agenda tersebut dapat dijalankan atau hanya berhenti sebagai gagasan: pembiayaan organisasi. Pembiayaan adalah da…Penulis: AAGN Ari Dwipayana· 13 Agu 2026· 6 mnt baca
Pojok NarasiMemulihkan Marwah PHDI: Menata Arsitektur Tri Angga dan Revitalisasi Majelis Tertinggi Umat HinduOleh: Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud sekaligus Ketua Departemen Politik dan Pemerintahan, FISIPOL UGM Menjelang Mahasabha XIII Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), perbincangan mengenai masa depan PHDI seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan tentang siapa yang akan memimpin lima tahun ke depan. Ada pertanyaan yang lebih mendasar: PHDI seperti apa yang dibutuhkan umat Hindu Indonesia hari ini dan di masa depan? Pertanyaan ini penting karena PHDI bukan se…Penulis: AAGN Ari Dwipayana· 12 Agu 2026· 5 mnt baca
Pojok NarasiMahasabha XIII Dan Titik Balik Transformasi PHDIOleh: AAGN Ari Dwipayana, Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud sekaligus Ketua Departemen Politik dan Pemerintahan, FISIPOL UGM. BALINEWS.ID - Mahasabha XIII Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) 2026 tidak semestinya berhenti sebagai forum lima tahunan untuk memilih dan mengganti kepengurusan. Di tengah perubahan sosial yang cepat, dinamika internal umat, dan semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi umat Hindu Indonesia, Mahasabha harus menjadi momentum mulat sarira sekaligus titik balik transfo…Penulis: AAGN Ari Dwipayana· 10 Agu 2026· 5 mnt baca
Pojok NarasiJelang Mahasabha XIII PHDI 2026, Ari Dwipayana Dorong Pemulihan Marwah dan Transformasi KelembagaanUBUD, BALINEWS.ID — Menjelang pelaksanaan Mahasabha XIII Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) tahun 2026, Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, Dr. Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, mendorong agar forum tertinggi organisasi umat Hindu tersebut tidak hanya menjadi arena kontestasi elite dan pergantian kepengurusan. Menurut Ari, Mahasabha XIII harus menjadi momentum untuk memulihkan marwah PHDI, memperkuat persatuan umat, merawat kebhinnekaan Hindu Nusantara, sekaligus menjadi pintu gerbang transf…Penulis: AAGN Ari Dwipayana· 9 Agu 2026· 4 mnt baca