WASHINGTON, BALINEWS - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Ukraina seharusnya memilih pemimpin baru setelah mengkritik Presiden Volodymyr Zelenskyy.
Pernyataan ini muncul setelah kesepakatan antara AS dan Rusia mengenai pengiriman diesel, yang dianggap Trump tidak membantu menyelesaikan konflik.
Trump mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan Zelenskyy, Ukraina telah kehilangan 30 persen wilayahnya dan lebih dari dua juta orang tewas.
Ia menyarankan agar Ukraina mencari pemimpin baru yang dapat membuat kesepakatan damai dengan Rusia.
Pernyataan Trump mendapat tanggapan dari Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, yang menyatakan bahwa Zelenskyy memiliki dukungan rakyat Ukraina dan berhak memimpin.
Sybiga menegaskan bahwa pernyataan dari luar negeri hanya mengonfirmasi bahwa Zelenskyy menjalankan tugasnya dengan baik.
Trump juga mengumumkan kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membeli diesel dari Rusia guna menurunkan harga bahan bakar di AS menjelang pemilu paruh waktu.
Langkah ini mendapat kritik dari Zelenskyy yang menilai Rusia memanfaatkan pelonggaran sanksi untuk melanjutkan serangan ke Ukraina.
Zelenskyy menyatakan bahwa setiap tambahan pendapatan dari ekspor Rusia akan digunakan untuk memperkuat persenjataan dan merekrut tentara bayaran.
Ia juga berkoordinasi dengan sekutu Eropa untuk memperkuat pertahanan udara Ukraina.

