NEW YORK, BALINEWS - Misi penjaga perdamaian PBB di Sahara Barat resmi berakhir setelah Dewan Keamanan gagal memperpanjang mandatnya. Keputusan ini menandai berakhirnya kehadiran PBB selama 35 tahun di wilayah yang diperebutkan tersebut.
Maroko menyambut baik keputusan ini karena mereka mengklaim Sahara Barat sebagai bagian dari wilayahnya.
Sebaliknya, Front Polisario yang didukung Aljazair menyebut keputusan ini 'tidak dapat diterima'.
Berakhirnya misi ini dapat memicu ketegangan baru di wilayah tersebut, berpotensi mempengaruhi stabilitas di Afrika Utara dan hubungan internasional. Situasi ini memerlukan perhatian lebih dari komunitas internasional.

