UPTD Tahura Buka Suara, Tegaskan Pembangunan di Sidakarya Untuk Akses Upacara Melasti

Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai buka suara terkait pembangunan akses jalan di kawasan pesisir Sidakarya yang diperuntukkan bagi kegiatan adat dan upacara Melasti.
Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai buka suara terkait pembangunan akses jalan di kawasan pesisir Sidakarya yang diperuntukkan bagi kegiatan adat dan upacara Melasti.

DENPASAR, BALINEWS.ID – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai menegaskan bahwa pembangunan akses jalan di kawasan pesisir Sidakarya, Denpasar Selatan, murni ditujukan untuk kepentingan adat dan mitigasi lingkungan, bukan terkait proyek Terminal Liquefied Natural Gas (LNG) seperti yang ramai diperbincangkan di masyarakat.

Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai, I Putu Agus Juliartawan, menepis keras spekulasi yang mengaitkan pembangunan jalan inspeksi di kawasan mangrove Sidakarya dengan kepentingan komersial sektor energi. Ia menegaskan, infrastruktur tersebut dibangun sebagai akses kegiatan keagamaan, khususnya upacara Melasti bagi krama Desa Adat Sidakarya.

“Itu tidak benar dan peruntukannya sangat berbeda. Pembangunan ini terikat dalam kerja sama religi dan normalisasi sungai dengan Desa Adat Sidakarya,” ujar Juliartawan saat dikonfirmasi di Denpasar, Senin (19/1/2026).

BACA JUGA :  Prof. Jimly Asshiddiqie Soroti Tantangan Demokrasi di Era Digital dalam Kuliah Umum di Unmas Denpasar

Ia menjelaskan, proyek tersebut telah mengantongi persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sejak 2023. Persetujuan itu kemudian ditindaklanjuti melalui nota kesepahaman antara Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali dengan Desa Adat Sidakarya.

Selain menyediakan akses upacara Melasti, kerja sama tersebut juga difokuskan pada normalisasi Sungai Tukad Ngenjung sebagai langkah mitigasi banjir yang selama ini kerap melanda wilayah Denpasar Selatan.

“Pembangunan menggunakan anggaran APBD Kota Denpasar tahun 2025. Jalan ini memiliki panjang sekitar 800 meter dengan lebar enam meter dan sepenuhnya untuk kepentingan keagamaan, bukan komersial,” tegasnya.

BACA JUGA :  Koster Bantah Isu Larangan Nelayan di Laguna Serangan, Sebut Berita Bohong

Terkait isu Terminal LNG yang dikaitkan dengan lokasi pembangunan, Juliartawan memastikan dugaan tersebut tidak memiliki dasar. “Tidak ada kaitannya sama sekali, baik dari sisi lokasi maupun peruntukan. Ini murni fasilitas adat,” imbuhnya.

Secara fisik, proyek tersebut telah rampung pada akhir Desember 2025. Saat ini, pihak Tahura menunggu agenda peresmian serta pelaksanaan upacara melaspas atau penyucian bangunan yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

Hal senada disampaikan Bendesa Adat Sidakarya, Ketut Suka. Ia menyebut upacara pemelaspasan ditargetkan dapat digelar pada Februari 2026 agar dapat dimanfaatkan saat rangkaian Hari Raya Nyepi.

“Dengan adanya akses ini, krama Desa Adat Sidakarya bisa melaksanakan Melasti di wilayah sendiri, tanpa harus lagi ke Pantai Mertasari,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pemerintah Luncurkan Program Magang Berbayar untuk Lulusan Baru Mulai 15 Oktober

Menurut Suka, penataan kawasan tersebut juga sejalan dengan program normalisasi Tukad Ngenjung oleh Balai Wilayah Sungai (BWS), yang terbukti efektif dalam mengurangi potensi banjir di wilayah Sidakarya hingga Renon.

Ia menambahkan, kawasan tersebut tetap aman dari genangan saat banjir bandang melanda Bali pada 10 September 2025 lalu.

Suka juga menepis isu liar yang mengaitkan pembangunan tersebut dengan proyek LNG maupun kabar masuknya investasi asing, termasuk perusahaan asal Rusia. Ia menegaskan seluruh proses pembangunan murni berasal dari aspirasi masyarakat adat.

“Semua itu hanya asumsi tanpa dasar. Pembangunan ini sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat adat, tidak ada kepentingan lain,” pungkasnya. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di...
KLUNGKUNG, BALINEWS.ID — Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Klungkung dalam beberapa hari terakhir memicu terjadinya...
KLUNGKUNG, BALINEWS.ID — Kecelakaan kerja kembali menelan korban jiwa. Seorang petugas instalasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Ceningan...
TABANAN, BALINEWS.ID – Proses pencarian ibu dan anak korban terseret air bah di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum,...