BADUNG, BALINEWS - Peristiwa pengerusakan mobil, dugaan percobaan pemerasan hingga penganiayaan terhadap dua warga negara asing (WNA) terjadi di Jalan Buana Sari, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 3 Oktober 2026 sekitar pukul 03.00 WITA. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Kuta Selatan dan kini masih dalam proses penyelidikan.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, berdasarkan keterangan pelapor, kejadian bermula saat seorang WNA asal Portugal, Salvador Teixeima Gomes, 23 tahun, mengendarai mobil Honda HR-V bersama seorang perempuan dan tiga orang laki-laki.
Saat melintas di kawasan Jalan Suarga, Padang-Padang Hotel, pelapor mengaku membunyikan klakson terhadap tiga orang yang berada di depannya sebelum kemudian mendahului mereka.
Namun, tindakan tersebut diduga membuat rombongan tersebut tidak terima. Pelapor kemudian mengaku diikuti hingga sampai di Jalan Buana Sari, Pecatu.
Setibanya di lokasi, mobil yang dikendarai pelapor diduga dihadang oleh sebuah kendaraan. Selanjutnya, mobil tersebut dilempari batu hingga bagian kacanya mengalami kerusakan.
“Terjadi adu mulut antara pelapor dengan terduga pelaku. Para terduga pelaku juga sempat meminta uang sebesar Rp20 juta karena mengaku salah satu dari mereka telah ditabrak,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Minggu,(4/10/2026 di Denpasar.
Namun, pelapor membantah telah menabrak seseorang sehingga menolak memberikan uang yang diminta.
Situasi kemudian memanas. Saat teman perempuan pelapor membuka jendela mobil bagian kanan, salah seorang terduga pelaku diduga melakukan pemukulan terhadap pelapor dan temannya, Paulina MJ, 31 tahun, warga negara Polandia.
Tak lama berselang, pecalang Desa Adat Pecatu tiba di lokasi. Melihat kedatangan pecalang, sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut kemudian melarikan diri.
Sementara itu, seorang pecalang bernama Ketut Astana, 55 tahun, mengaku mendapat informasi dari pihak Security Pantai Bingin sekitar pukul 03.00 WITA.
Saat itu, security melaporkan adanya sekitar 20 orang di lokasi dan menyebut diduga terjadi peristiwa seorang WNA menabrak pengemudi ojek online.
Mendapat informasi tersebut, Ketut Astana bersama anggota Linmas langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan.
Setibanya di lokasi, saksi melihat sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kejadian. Namun, saksi tidak menemukan pengemudi ojek online yang disebut sebagai korban tabrakan.
Beberapa orang yang berada di lokasi kemudian langsung melarikan diri. Saksi selanjutnya mengecek situasi dan membantu korban yang mengalami dugaan pemukulan untuk mendapatkan perawatan di Nusa Medica Klinik Pratama.
Polisi juga telah melakukan pengecekan rekaman CCTV yang berada di depan rumah kontrakan milik korban. Lokasi tersebut diketahui sempat dilewati korban ketika diduga dikejar oleh para terduga pelaku.
Namun, dari hasil pemantauan sementara, sosok terduga pelaku tidak terlihat jelas karena rekaman dalam kondisi blur dan objek bergerak.
Atas kejadian tersebut, korban telah melaporkan peristiwa pengerusakan, dugaan percobaan pemerasan dan penganiayaan ke Polsek Kuta Selatan.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi secara lebih lengkap serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.(*)

