Slot Header 970×90

Lifestyle

Waspada, Oknum Sopir Ojol di Bali Diam-diam Rekam Penumpang Perempuan

Oleh Giostanovlatto Sinantong · Redaksi

24 Agustus 2026 pukul 16.16 WITA · 2 menit baca

BALINEWS.ID - Perempuan asing yang sudah enam tahun tinggal di Bali baru-baru ini membagikan pengalaman yang bikin banyak orang geleng kepala. Lewat akun Insta…
BALINEWS.ID - Perempuan asing yang sudah enam tahun tinggal di Bali baru-baru ini membagikan pengalaman yang bikin banyak orang geleng kepala. Lewat akun Insta… — BaliNews.id

BALINEWS.ID - Perempuan asing yang sudah enam tahun tinggal di Bali baru-baru ini membagikan pengalaman yang bikin banyak orang geleng kepala. Lewat akun Instagram @lostlikeloui, ia mengungkap ada oknum sopir ojek online yang diam-diam merekam penumpang perempuan tanpa izin, lalu dijadikan konten untuk media sosial.

Yang membuat kasus ini terasa personal, ia mengaku sendiri pernah jadi korbannya. "Dia memiliki kamera 360, dan dia benar-benar zoom ke bawah skirt saya ketika saya keluar dari motor," ungkapnya.

Menurut pengakuannya, ada sejumlah akun yang khusus mengunggah video penumpang perempuan saat naik atau turun dari motor, terutama yang mengenakan pakaian tertentu. Yang bikin situasinya makin serius, akun-akun ini disebut punya ratusan ribu pengikut, dan konten semacam ini justru jadi sumber penghasilan bagi pemiliknya.

"Dia mengambil kesempatan dari perempuan-perempuan ini karena tentu mereka mabuk, mereka datang dan kembali setelah malam, dan itu sangat menjijikkan," katanya.

Bagian yang paling mengkhawatirkan, beberapa video bahkan menampilkan alamat rumah penumpang saat diturunkan.

"Especially when they show the address when they drop them off, everyone knows where these girls live!! Be careful girls," tulisnya di caption unggahannya.

Kalau dipikir-pikir, video yang tampak seperti konten biasa ini ternyata bisa jadi petunjuk bagi siapa saja soal di mana seseorang tinggal, tanpa orang yang bersangkutan menyadari informasinya sudah tersebar luas.

Ia juga memberikan klarifikasi penting soal siapa yang sebenarnya bertanggung jawab dalam kasus ini. Menurutnya, masalah ini bukan soal aplikasi ojek online tertentu, melainkan murni ulah oknum individu.

"This is not aimed at anyone specifically. I've found more than 50 accounts on Facebook who post this. It has nothing to do with Gojek or Grab, it's just taxi bike drivers," jelasnya.

Bagi warga Bali, terutama yang sering bepergian sendirian di malam hari menggunakan ojek online, kejadian ini jadi pengingat penting untuk lebih waspada. Kalau merasa ada yang tidak wajar, misalnya sopir sengaja mengambil sudut kamera yang aneh, atau merasa tidak nyaman saat diturunkan tepat di depan rumah, ada baiknya meminta turun di titik yang lebih ramai.

Dengan lebih dari 50 akun serupa yang sudah ditemukan, isu ini jelas bukan kasus yang berdiri sendiri. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah penyalahgunaan semacam ini terus berulang, dan siapa pun yang menemukan konten serupa disarankan segera melaporkannya langsung ke platform terkait.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Loui 🦋 (@lostlikeloui)

Giostanovlatto Sinantong

Giostanovlatto Sinantong

Giostanovlatto adalah pendiri Hey Bali yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling mudah dipahami. Kalau lagi nggak nulis, biasanya lagi surfing, ngopi, sunsetan, kadang liputan, kadang nyamar jadi CEO, curhat sama anjingnya, atau bengong di trotoar Renon sambil mencari ide. Belum pernah menang giveaway, tapi tetap optimis. Kalau chat-nya centang dua tapi nggak dibalas, anggap saja sedang mengejar rekor tidur.

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.