TABANAN, BALINEWS.ID – Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali melakukan audiensi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan guna memaparkan sejumlah program strategis yang siap dikolaborasikan untuk mendorong kemajuan sektor pariwisata daerah, Rabu (11/2/2026).
Audiensi tersebut dihadiri Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Kepala Dinas Pariwisata Tabanan AA. Ngurah Agung Satria Tenaya, Manager Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih I Ketut Jhon Purna, serta perwakilan pengurus ASITA Bali.
Dalam pemaparannya, Kadek Darmayasa menyampaikan bahwa ASITA Bali membawa sejumlah program unggulan, termasuk penguatan desa dan destinasi wisata di Kabupaten Tabanan.
“Hari ini kami dari ASITA Bali beraudiensi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memaparkan program-program yang kami miliki. Dengan pemaparan tersebut, Bupati Tabanan sangat mengapresiasi, terutama terkait program penguatan desa dan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Tabanan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari jajaran Dinas Pariwisata Tabanan dan sejumlah pihak, termasuk tokoh pariwisata setempat, yang dinilai telah berupaya maksimal dalam membangun sektor pariwisata daerah.
Selain itu, ASITA Bali turut memaparkan pelaksanaan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) yang akan digelar pada 28–30 Mei mendatang. Event ini merupakan ajang promosi pariwisata berskala internasional terbesar di Indonesia.
Ketua Dewan Penasehat ASITA Bali, I Ketut Ardana, berharap Pemerintah Kabupaten Tabanan dapat berpartisipasi aktif dalam ajang tersebut.
“Tadi kami sudah menyampaikan event BBTF ini kepada Bapak Bupati. Event ini menjadi promosi wisata paling besar di Indonesia. Kami berharap nantinya Tabanan juga bisa ikut serta dalam event yang akan diselenggarakan pada 28–30 Mei. Tampaknya Bapak Bupati dan Kadispar Tabanan sangat semangat untuk bergabung,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Tabanan AA. Ngurah Agung Satria Tenaya menyambut baik inisiatif kolaborasi tersebut. Ia bahkan menyebut ASITA Bali siap menjadi “bapak asuh” bagi desa-desa wisata di Tabanan.
“Saya berterima kasih kepada ASITA Bali karena dalam audiensi tadi disampaikan kesiapan mereka menjadi bapak asuh desa wisata di Tabanan agar bisa berkembang dan lebih cepat maju. Bila perlu, sesuai arahan Bapak Bupati, jumlah desa wisata setiap hari semakin bertambah,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari tokoh pariwisata sekaligus Manager Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih I Ketut Jhon Purna yang mendorong percepatan digitalisasi desa wisata, khususnya di kawasan Jatiluwih.
“Saya sangat mendukung digitalisasi desa wisata di Jatiluwih. Kami berupaya mengembangkan sistem berbasis AI, dan harapannya bisa diterapkan di seluruh Kabupaten Tabanan dengan dukungan Kadis dan Bupati,” katanya.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan penguatan desa wisata, promosi internasional melalui BBTF, serta digitalisasi destinasi dapat semakin memperkuat posisi Tabanan sebagai salah satu daerah unggulan pariwisata di Bali. (*)

