Bulan dan Venus Tampil Berdekatan Kemarin Malam, BMKG Ungkap Fenomena Ini

Oplus_131072

BADUNG, BALINEWS.ID – Pemandangan Bulan yang tampak berdekatan dengan planet Venus di langit malam, Senin, 14 September 2026, menarik perhatian masyarakat. Fenomena tersebut bahkan sempat diabadikan warga dan beredar di media sosial.

Fenomena Bulan dan Venus yang tampak berdekatan tersebut merupakan fenomena astronomi yang normal dan bukan pertanda adanya kondisi tertentu.

PMG Muda Pusat Gempabumi Regional III Bali atau PGR III, Randika Rivaldi, menjelaskan, posisi Bulan dan Venus terlihat berdekatan disebut sebagai konjungsi Bulan–Venus.

BACA JUGA :  PLN Mendongeng di Klungkung, Edukasi Bahaya Main Layangan Dekat Kabel Listrik

Menurutnya, fenomena tersebut terjadi akibat pergerakan benda-benda langit, termasuk rotasi dan revolusi Bumi, pergerakan Bulan mengelilingi Bumi, serta pergerakan planet seperti Venus.

“Konjungsi Bulan dan Venus bukan fenomena langka yang hanya terjadi beberapa tahun sekali. Fenomena serupa dapat terjadi cukup sering, bahkan hampir setiap bulan, karena Bulan mengelilingi Bumi dalam waktu sekitar satu bulan,” jelasnya,Selasa,(15/9/2026) di Badung.

Dirinya menyampaikan, Fenomena yang terlihat pada 14 September 2026 tersebut juga hanya dapat diamati pada malam itu.
“Bulan dan Venus diperkirakan telah terbenam sekitar pukul 20.52 WITA,” Ucapnya.

BACA JUGA :  KUTAKITA Sundown Week Hidupkan Kuta

Sementara itu, Randika menjelaskan, pemantauan benda-benda langit lainnya bukan menjadi fokus utama BMKG.Pengamatan benda langit secara lebih luas dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, khususnya melalui Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa serta Pusat Riset Antariksa.Sedangkan BMKG lebih berfokus pada pengamatan posisi Matahari dan Bulan untuk kepentingan penentuan tanda waktu resmi serta kalender Hijriah.

Sembari Ia berharap, Masyarakat tidak perlu melakukan tindakan khusus apabila kembali melihat fenomena serupa. Randika menyebut, fenomena tersebut merupakan kejadian alam yang biasa dan dapat kembali diamati pada bulan berikutnya, selama kondisi langit mendukung.

BACA JUGA :  Kunjungan Wisatawan ke Bali Tembus 16,3 Juta Tahun 2025, Koster Soroti Tantangan Kemacetan hingga Sampah

“Pengamatan akan lebih mudah dilakukan ketika langit cerah, minim awan, serta tidak terganggu polusi atau noise cahaya di sekitar lokasi,” tutupnya.(*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya