JEMBRANA, BALINEWS.ID – Bupati I Made Kembang Hartawan dari Jembrana dicecar warganet atas responsnya yang dinilai lemah terhadap pelanggaran Nyepi di Katu Lampo, Loloan Timur. Insiden ini telah terulang setelah kasus serupa terjadi tahun lalu. Warga di sana beraktivitas seperti biasa, berkendara, hingga menyalakan lampu.
Dalam kolom komentar di postingan media sosialnya, Bupati Kembang Hartawan menuai kekecewaan dari tokoh masyarakat setempat yang merasa bahwa masalah ini tidak ditanggapi serius.
“Ampure bukan jawo, muslim loloan gk punya kaoung mereka gk ada mudik, mereka merakayan lebaran di jembrana, mereka juga gk mau disebu t nak jawo,,memang kami akui dari tahun ke tahun harus kita saling menghargai itu sepakat,” begitu tulis akun @kembanghartawan_official.
Kritik juga datang dari berbagai pihak, termasuk Anggota DPD RI perwakilan Bali, Ni Luh Djelantik, yang menilai respons Bupati tidak mencerminkan otoritas seorang kepala daerah.
“Hari Raya Nyepi itu wajib pak, semua harus menaati tanpa kecuali. Bapak perlu tim komunikasi yang mampu mewakili bapak dengan baik di publik,” ujarnya.
Warga Bali dari berbagai kabupaten menyampaikan keprihatinan atas sikap yang dianggap merendahkan martabat perayaan Nyepi, sebuah tradisi sakral bagi masyarakat Bali. (*)