DPRD Gianyar Soroti Nasib Seniman di Tengah Era Digital, Bahas Raperda Pelestarian Seni Budaya

Para guru besar ikut rembug bersama DPRD Gianyar membahas regulasi Raperda Pelestarian Seni dan Budaya.
Para guru besar ikut rembug bersama DPRD Gianyar membahas regulasi Raperda Pelestarian Seni dan Budaya.

GIANYAR, BALINEWS.ID – Di tengah gempuran teknologi dan digitalisasi, DPRD Kabupaten Gianyar membahas langkah strategis untuk menjaga eksistensi seni dan budaya lokal. Pada Selasa (15/4), DPRD Gianyar menggelar rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pelestarian Seni dan Budaya yang dihadiri sejumlah tokoh ternama di bidang seni dan kebudayaan Bali.

Sejumlah nama besar seperti Prof. Dr. I Made Bandem, Prof. Dr. I Wayan Dibia, dan I Made Sidia turut hadir bersama para pelaku seni lainnya. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata pentingnya Raperda ini dalam menjaga warisan budaya Bali di tengah perubahan zaman.

BACA JUGA :  DAIKIN Resmikan Pusat Keunggulan SMK Pertama di Bali

Ketua Panitia Khusus, Alit Rama Sutarya, memimpin langsung rapat tersebut. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa regulasi ini disusun untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi seniman, mulai dari panggung pertunjukan hingga kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin memastikan bahwa Perda ini nantinya bisa menjadi payung hukum yang melindungi, membina, dan memberdayakan masyarakat, khususnya para pelaku seni. Ini bukan sekadar pelestarian budaya, tetapi juga tentang keberlangsungan hidup mereka,” ujarnya.

Isu kesejahteraan seniman menjadi salah satu topik yang paling banyak mendapat perhatian. Tak sedikit seniman yang telah mengabdikan hidupnya pada seni, namun belum merasakan jaminan ekonomi yang layak, bahkan kesulitan mengakses layanan kesehatan di usia lanjut.

BACA JUGA :  Puluhan Obat Tradisional Ilegal di Denpasar Disita BBPOM

Tak kalah penting, standar upah bagi seniman yang tampil di berbagai objek wisata pun turut disoroti. Banyak pihak berharap agar Raperda ini dapat menghadirkan kejelasan dan keadilan dalam pemberian honorarium, sehingga seniman tidak terus-menerus hidup dalam ketidakpastian.

Raperda Pelestarian Seni dan Budaya ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjaga jati diri daerah, sekaligus memperkuat posisi seniman sebagai bagian penting dari pembangunan sosial dan ekonomi di Bali. (bip)

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

guest
0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

SEMARAPURA, BALINEWS.ID – Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, memimpin Rapat Koordinasi Terbatas Forum Lalu Lintas dan...
NUSA PENIDA, BALINEWS.ID – Akses air bersih bagi warga Desa Tanglad, Nusa Penida, kini resmi terwujud. Bupati Klungkung...
DENPASAR, BALINEWS.ID – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan travel pengangkut rombongan wisatawan asal China terjadi di Jalan...
BADUNG, BALINEWS.ID — Ayodya Resort Bali has unveiled a powerful new sustainability effort in collaboration with Diversey Indonesia,...