STOCKHOLM, BALINEWS.ID — Hasil pemilu di Swedia menunjukkan blok partai kiri dan kanan hampir seimbang, menciptakan ketidakpastian politik di negara tersebut.
Dengan 50% suara telah dihitung, dua blok utama hanya terpisah 20.000 suara, menurut penyiar publik Swedia, SVT.
Exit poll menunjukkan blok kiri yang dipimpin oleh Magdalena Andersson dari Partai Sosial Demokrat unggul tipis atas koalisi empat partai yang dipimpin Perdana Menteri konservatif Ulf Kristersson.
Kristersson didukung oleh Demokrat Swedia (SD) yang berhaluan kanan keras, namun hasil parsial menunjukkan partai tersebut kehilangan dukungan untuk pertama kalinya sejak 2010.
Andersson menekankan pilihan publik Swedia antara pemerintahan yang didominasi oleh Demokrat Swedia atau pemerintahan yang dipimpinnya dengan semangat kerja sama baru.
Kristersson menyatakan pentingnya aliansinya untuk melanjutkan pekerjaan penting mereka.
Kampanye pemilu didominasi oleh isu keamanan nasional, kejahatan geng, dan pengeluaran kesejahteraan.
Kebuntuan politik di Swedia dapat mempengaruhi stabilitas di Eropa Utara dan memiliki implikasi bagi hubungan internasional, termasuk bagi Indonesia.
