Formasi Sekolah Kedinasan 2026 Naik Jadi 4.770 Kursi, Ini Kabar Baik Buat Anak Muda Bali

Ilustrasi sekolah kedinasan. (Foto: ANTARA/Raisan Al-Farisi)
Ilustrasi sekolah kedinasan. (Foto: ANTARA/Raisan Al-Farisi)

BALINEWS.ID – Setiap tahun jelang bulan Agustus, ada satu topik yang selalu ramai dibicarakan anak muda yang baru lulus SMA/SMK, sekolah kedinasan.

Nah, tahun ini kabarnya lebih menarik dari biasanya. Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 resmi dibuka, dan jumlah formasinya naik cukup signifikan dibanding tahun lalu. Buat kamu anak Bali yang selama ini menyimpan mimpi jadi ASN lewat jalur sekolah kedinasan, ini saatnya serius mempersiapkan diri.

Formasi Naik, Peluang Makin Terbuka Lebar

Tahun ini pemerintah membuka setidaknya 4.770 formasi untuk peserta didik sekolah kedinasan.

Angka ini melonjak cukup jauh dibanding formasi tahun 2025 yang cuma 3.257 kursi. Artinya, peluang lolos tahun ini jauh lebih terbuka dibanding tahun-tahun sebelumnya, kabar baik banget buat anak muda Bali yang mau coba peruntungan.

Ada sembilan Kementerian/Lembaga yang jadi penyelenggara sekolah kedinasan tahun ini, mulai dari Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Hukum, sampai BPS, BIN, BSSN, dan BMKG.

BACA JUGA :  Trump Umumkan Israel dan Hamas Sepakati Tahap Pertama Perdamaian di Gaza

Kenapa Sekolah Kedinasan Jadi Incaran Anak Muda Bali?

Kalau dipikir-pikir, sekolah kedinasan memang punya daya tarik tersendiri buat anak muda Bali.

Selain kuliah gratis dan ada ikatan dinas yang langsung mengarah ke pekerjaan setelah lulus, jalur ini juga jadi opsi menarik buat yang ingin merantau sekaligus punya jaminan karier yang jelas. Beberapa lulusan asal Bali bahkan sudah lebih dulu berhasil menembus institusi seperti STAN, IPDN, sampai Poltekip, membuktikan bahwa persaingan nasional bukan halangan buat putra-putri daerah.

Tahun ini, dengan formasi yang lebih banyak, kesempatan itu terbuka lebih lebar lagi.

Cara Daftar dan Jadwal Lengkapnya

Pendaftaran cuma bisa dilakukan lewat satu pintu resmi, portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik BKN di laman sscasn.bkn.go.id.

Prosesnya sendiri sudah dimulai sejak 15 Agustus lewat tahap pengumuman seleksi, berlangsung sampai 24 Agustus. Untuk pendaftaran calon peserta didiknya sendiri, dibuka dari 18 sampai 30 Agustus 2026, jadi waktu yang tersisa sudah tidak banyak.

BACA JUGA :  Pemerintah Batalkan Wacana Pembelajaran Daring, Ini Alasannya

Setelah pendaftaran ditutup, berkas akan masuk tahap seleksi administrasi pada 18 Agustus hingga 1 September 2026, dengan hasil diumumkan pada 2-3 September 2026.

Kalau ada yang merasa hasil seleksi administrasinya janggal, ada kesempatan mengajukan sanggah di bulan September, dengan jawaban keluar pada 4-6 September, dan hasil pascasanggah diumumkan 7-8 September 2026.

Tahap SKD sampai Pengumuman Kelulusan Akhir

Setelah lolos administrasi, peserta akan masuk tahap penerbitan kode billing dan pembayaran PNBP untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) BKN.

Pembayaran ini dilakukan pada September 2026, sebelum pelaksanaan SKD CAT BKN yang dijadwalkan 22 September sampai 7 Oktober 2026. Nilai hasil SKD diolah pada 27 September-10 Oktober 2026, dengan pengumuman hasil bertahap pada 1-13 Oktober 2026.

Peserta yang lolos SKD masih harus mengikuti seleksi lanjutan non-CAT BKN pada 11-28 Oktober 2026, sebelum pengumuman kelulusan akhir oleh Kementerian/Lembaga terkait keluar pada 21 Oktober-1 November 2026.

BACA JUGA :  Luhut: Anggaran Bansos Rp 500 T, Rakyat RI Cuma Dapat Separuh

Bukan Cuma Soal Jadi ASN

Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan jadwal ini jadi pedoman resmi bagi seluruh Kementerian/Lembaga penyelenggara dalam menjalankan tahapan seleksi.

“Dengan ditetapkannya jadwal tersebut, calon peserta dapat mempersiapkan diri sekaligus mencermati setiap tahapan dan ketentuan seleksi yang ditetapkan oleh masing-masing kementerian/lembaga penyelenggara Sekolah Kedinasan Tahun 2026,” ujarnya.

Menteri PANRB Rini Widyantini menambahkan, seleksi ini bukan sekadar soal peluang jadi ASN.

“Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang kompeten, integritas, dan disiplin dalam pengabdian untuk masyarakat,” katanya.

Buat anak muda Bali yang serius mengejar kursi sekolah kedinasan tahun ini, jangan cuma fokus di tanggal pendaftaran. Siapkan dirimu dari sekarang, karena jalan menuju SKD dan seleksi lanjutan masih panjang, dan persaingan dari seluruh Indonesia jelas tidak akan mudah.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya