DENPASAR, BALINEWS — Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menanam mangrove, tetapi juga ikut mengawasi kelestariannya di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama pengelola Tahura Ngurah Rai dalam kegiatan penanaman mangrove untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan ini melibatkan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, puluhan siswa pencinta alam (SISPALA) SMA Negeri 1 Kuta, serta Sahabat Mangrove Ranger Indonesia. Jenis mangrove yang ditanam adalah Avicennia marina, salah satu vegetasi pesisir yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai.
Ketua IWO Provinsi Bali, Tri Widiyanti, mengatakan keterlibatan insan pers dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang diwujudkan melalui aksi nyata. Menurutnya, peran wartawan tidak hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat berkontribusi langsung dalam menjaga kelestarian alam.
Ia menegaskan, pelestarian mangrove tidak boleh berhenti pada kegiatan penanaman. Perawatan dan pengawasan secara berkelanjutan diperlukan agar mangrove yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis bagi kawasan pesisir.
Karena itu, IWO Bali menjalin kesepakatan dengan pengelola Tahura Ngurah Rai sebagai bentuk komitmen untuk turut mengawal kelestarian mangrove.
Widiyanti menambahkan, upaya menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi pemerintah, komunitas, insan pers, pelajar, dan masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif bahwa pelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama.
Semangat pelestarian lingkungan juga disuarakan Komang Charissa Maharani, Ketua Umum SISPALA Wira Satya Mandala SMA Negeri 1 Kuta. Ia mengatakan kegiatan penanaman mangrove bersama IWO Bali menjadi pengalaman bermakna bagi para siswa karena memberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam menjaga lingkungan Bali.
Menurut Charissa, kegiatan tersebut bukan sekadar menanam pohon, melainkan bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap keberlanjutan alam.
Ia mengajak anak muda, khususnya di Bali, untuk mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan dan tidak hanya menikmati keindahan alam tanpa ikut melindunginya.
“Saya mengajak seluruh generasi muda, khususnya di Bali, untuk tidak hanya menjadi penikmat keindahan alam, tetapi juga menjadi pelindungnya. Mari kita bergerak bersama, mulai dari langkah kecil, menjaga lingkungan, mengurangi sampah, dan ikut serta dalam aksi nyata pelestarian alam. Jangan hanya menunggu perubahan, tetapi jadilah bagian dari perubahan itu sendiri,” ujar Charissa.
Ia menegaskan, SISPALA Wira Satya Mandala akan terus mendorong kegiatan positif yang mendukung pelestarian lingkungan demi mewujudkan Bali yang lebih lestari.
“Menjaga alam hari ini berarti menjaga masa depan kita nanti,” tambahnya.
Mangrove memiliki fungsi ekologis penting, mulai dari membantu mengurangi abrasi pantai, menyediakan habitat bagi berbagai biota, hingga menyerap dan menyimpan karbon yang berperan dalam mitigasi perubahan iklim.
Karena itu, penanaman mangrove perlu diikuti dengan perawatan dan pemantauan agar keberlangsungan hidup tanaman tetap terjaga.
Melalui kolaborasi insan pers, pemerintah, komunitas lingkungan, dan pelajar, IWO Bali berharap momentum Hari Sumpah Pemuda dapat menjadi penggerak keterlibatan generasi muda dalam aksi pelestarian alam.
Komitmen tersebut menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan tanggung jawab berkelanjutan untuk melindungi ekosistem pesisir Bali bagi generasi mendatang.

