Slot Header 970×90

Bali

Jasad Lansia Ditemukan Mengapung di Laut Benoa

Oleh Kadek Surya Wirawan · Reporter Denpasar

6 Juli 2026 pukul 11.54 WITA · 1 menit baca

BADUNG, BALINEWS.ID – Warga di kawasan Pantai depan Hotel Peninsula, Banjar Terora, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, digegerkan denga…
BADUNG, BALINEWS.ID – Warga di kawasan Pantai depan Hotel Peninsula, Banjar Terora, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, digegerkan denga… — BaliNews.id

BADUNG, BALINEWS.ID – Warga di kawasan Pantai depan Hotel Peninsula, Banjar Terora, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria lanjut usia yang mengapung di perairan pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

Korban diketahui bernama I Wayan Dapet (80), warga Banjar Pande, Kelurahan Benoa. Jasad korban pertama kali terlihat mengapung sekitar 40 meter dari bibir pantai oleh seorang saksi yang kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Benoa.

Menerima laporan tersebut, personel Satpolairud Polresta Denpasar yang saat itu tengah melaksanakan operasi pencarian terbatas bersama Basarnas di kawasan Pantai Green Bowl langsung bergerak menuju lokasi. Bersama tim Basarnas dan Balawista, petugas menggunakan jet ski untuk mendekati titik keberadaan korban.

Saat ditemukan, korban berada dalam posisi tengkurap dengan tangan kanan tersangkut pada pelampung yang biasa digunakan sebagai tambatan jukung. Tim gabungan kemudian mengevakuasi jasad korban ke tepi pantai.

Beberapa warga di lokasi mengenali korban sebagai warga setempat. Keluarga yang datang ke lokasi kemudian memastikan identitas korban sebelum jenazah dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka untuk menjalani prosesi adat dan keagamaan.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan hasil keterangan keluarga menyebutkan bahwa korban telah lama mengalami keterbelakangan mental dan memiliki kebiasaan keluar rumah seorang diri.

"Dari keterangan pihak keluarga, korban sudah lama mengalami keterbelakangan mental dan hampir setiap hari keluar rumah tanpa bisa dicegah. Korban juga beberapa kali ditemukan warga dan diantarkan kembali ke rumah," ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Lebih lanjut, ia mengatakan keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak menemukan adanya unsur pidana dalam kematian korban.

"Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah," pungkasnya. (*)

Kadek Surya Wirawan

Reporter yang berbasis di Denpasar, fokus pada isu perkotaan.

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.