KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Kondisi kawasan rest area di Goa Lawah kini menjadi sorotan. Sejumlah fasilitas di kawasan yang menjadi salah satu destinasi wisata andalan tersebut tampak kurang terawat dan mengalami kerusakan.
Berdasarkan pantauan di lapangan Selasa (7/4/2026), bangunan yang berada di sisi selatan kawasan seperti senderan hingga tangga, tepatnya dekat bibir pantai, terlihat dalam kondisi rusak. Sehingga mengurangi kenyamanan pengunjung yang datang ke lokasi tersebut.
Selain itu, proyek patung kelelawar yang menjadi salah satu ikon di kawasan tersebut juga tidak luput dari perhatian. Warna cat pada patung terpantau telah mengelupas dan memudar, sehingga mengurangi nilai estetika serta daya tarik visual kawasan rest area Goa Lawah.
Kondisi ini dinilai kontras dengan status Goa Lawah sebagai objek wisata yang cukup ramai dikunjungi, baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Fasilitas penunjang yang kurang terawat dikhawatirkan dapat berdampak terhadap citra pariwisata daerah.
Sejumlah pengunjung berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait untuk melakukan perbaikan dan penataan ulang kawasan, khususnya pada fasilitas publik yang mengalami kerusakan. “Padahal penataannya baru tahun 2023 lalu kayaknya. Tapi sekarang kok sudah begini,” ujar salah seorang pengunjung yang enggan disebutkan namanya.
Sebelumnya diberitakan bahwa penataan di area objek wisata Goa Lawah di tahun 2023 ini meliputi penataan parkir dan plaza pengunjung. Dimana pada kawasan plaza pengunjung juga di bangun patung Kelelawar sebagai ikon Goa Lawah.
Adapun anggaran penataan parkir Pantai Goa lawah diplot sebesar Rp 4,279 miliar. Sedangkan, plaza pengunjung Pantai Goa Lawah termasuk patung kelelawar sebesar Rp 4,073 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (*)
