Kemenpar Dorong Transisi Pariwisata Hijau Lewat Kajian “Tourism Snapshot”

Tourism Snapshot yang menyoroti transisi menuju pariwisata hijau di Indonesia. (Foto: Dok Kemenpar)
Tourism Snapshot yang menyoroti transisi menuju pariwisata hijau di Indonesia. (Foto: Dok Kemenpar)

JAKARTA, BALINEWS.ID – Di tengah meningkatnya kesadaran global terhadap isu lingkungan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengambil langkah strategis dengan merilis kajian ilmiah bertajuk Tourism Snapshot Vol. 1 No. 2 Tahun 2025. Publikasi ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat implementasi pariwisata hijau di Indonesia yang kini tengah memasuki fase transisi menuju ekonomi berkelanjutan.

Asisten Deputi Manajemen Strategis Kemenpar, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, mengungkapkan bahwa edisi terbaru Tourism Snapshot mengusung tema “Green Jobs, Green Skills, and Green Quality: Mendorong Transisi Hijau Sektor Pariwisata.” Kajian ini berfokus pada tiga pilar utama yang menjadi fondasi pariwisata hijau: tenaga kerja ramah lingkungan (green jobs), keterampilan hijau (green skills), dan jaminan mutu berstandar keberlanjutan (green quality).

BACA JUGA :  Daftar 21 Negara Sudah Pastikan Tiket ke Piala Dunia 2026

“Adaptasi terhadap tren wisata hijau bukan sekadar pilihan, tetapi keharusan agar pariwisata Indonesia tetap berdaya saing di pasar global yang semakin sadar lingkungan,” ujar Dewi di Jakarta, Senin (6/10). Ia menekankan bahwa transisi menuju pariwisata berkelanjutan juga membuka peluang besar bagi terciptanya lapangan kerja baru yang tidak hanya menguntungkan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian alam.

Mengutip data dan pandangan International Labour Organization (ILO), Dewi menuturkan bahwa pekerjaan hijau akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi masa depan. Untuk itu, Kemenpar mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri pariwisata, dan lembaga pendidikan dalam menyiapkan SDM dengan keterampilan hijau yang sesuai kebutuhan industri modern.

BACA JUGA :  Lewat SAKIRA, ASITA Bali Perkuat Pemahaman Anggota dan Jaga Marwah Asosiasi

Selain menyiapkan tenaga kerja hijau, Kemenpar juga memastikan jaminan mutu kompetensi melalui berbagai standar yang telah disusun sejak 2022–2023, seperti SKKNI, KKNI, dan sejumlah skema okupasi yang telah memuat aspek pariwisata berkelanjutan. Dewi menambahkan, pemerintah tengah menyiapkan harmonisasi standar pariwisata di tingkat ASEAN dan global, termasuk pembaruan kurikulum community-based tourism (CBT) serta sertifikasi bagi level manajerial strategis.

“Dengan langkah-langkah ini, kami berharap pariwisata hijau tak hanya menjadi jargon, tetapi menjadi gerakan nyata yang mampu menciptakan keseimbangan antara ekonomi, manusia, dan lingkungan,” tutup Dewi.

BACA JUGA :  Bikin Onar dan Overstay, Enam WNA Dideportasi dari Bali dalam Tiga Hari

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya