“TERUSLAH MENJADI PEJABAT SEKALIPUN TIDAK BERGUNA”

Oleh: Catatan Harian Sugi Lanus, 4 Mei 2026.

BALINEWS.ID – Saya lihat banyak anak muda di Bali memakai baju kaos bertuliskan: “TERUSLAH MENJADI PEJABAT SEKALIPUN TIDAK BERGUNA”

Maksudnya apa?

Salah satunya menjelaskan begini: Kalau mau buka mata, kemunculan masalah sampah dan asap pembakaran, serta problem sosial lainnya, muncul di kawasan yang tidak terproteksi dan tidak teredukasi-teradvokasi.

Keluarga pejabat yang tinggal di kawasan pemerintahan, atau kawasan terproteksi mendapat atensi dikawal Satpol PP yang berpatroli rutin, Anda tidak akan terdampak paparan bahaya pembakaran sampah dan asap plastik.

BACA JUGA :  Korupsi Dana Desa, Kaur Jegu Tabanan Divonis 6 Tahun

Jika Anda menginap di kawasan pariwisata seperti Nusa Dua ratusan hektar yang terproteksi dan tanpa ada kawasan perumahan, Anda tidak berdampak.

Masalah sampah dan asap pembakarannya, rendah mutu pendidikan, gizi, kesehatan, dll semua muncul di wilayah tidak terproteksi dan tidak mendapat pendampingan pendidikan yang memadai. Di sinilah peran hadir pemerintah dan budgeting wajib hadir. Pejabat atau politisi yang tidak paham dimana peran kehadiran pemerintah ini, bisa jadi akan terus menjabat tapi tidak berguna.

BACA JUGA :  Ternyata Ini Peran 3 Tersangka Penembak WNA Australia di Vila Badung

Sampah dan asap pembakaran sampah-plastik adalah masalah wilayah urban dan pinggiran yang “tidak terdidik” dan “tidak terproteksi” — ini sama sekali tidak bisa diserahkan ke rakyat jelatah. Sama dengan ketidakhadiran fasilitas pendidikan tidak bisa diserahkan tanggung jawabnya ke rakyat jelatah.

Pemimpin yang waras adalah pemimpin yang mampu mengerahkan aparat untuk mengadvokasi problem sosial dan lingkungan, membuat kebijakan anggaran, dan menggerakan pemerintah yang dipimpin untuk menjadi solusi penyelesaian.

Alih-alih mencarikan solusi, belakangan banyak muncul pejabat malah hadir menambah masalah, serta memperumit masalah. Pejabat cuci tangan, masalah diserahkan untuk diselesaikan sendiri oleh rakyat jelatah, tanpa transisi kejelasan apapun, tanpa infrastruktur dan pendampingan intensif.

BACA JUGA :  Menuju Penegakan Hukum Berkeadilan, Klungkung Terapkan Pidana Kerja Sosial

Banyak pejabat berperan sebagai penjahat. Ketika menjabat malah korup; ketika menjabat tidak meringankan beban rakyat jelatah, malah balik membebani rakyat.

“Pesan kaos itu jelas: Berhentilah menjabat kalau tidak berguna bagi rakyat!” tutupnya. (*)

#sampahbali

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya