Koster Imbau Warga Tak Main Hakim Sendiri

DENPASAR, BALINEWS.ID — Gubernur Bali Wayan Koster mengimbau masyarakat tidak bertindak reaktif dan main hakim sendiri menyikapi kasus penganiayaan hingga menyebabkan seorang pria berinisial KD tewas di Baturiti, Tabanan.

Koster meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat kepolisian. Imbauan tersebut disampaikan seusai rapat koordinasi bersama aparat penegak hukum, Selasa (28/7).

“Semua harus menjaga situasi di masing-masing desa, tidak perlu terlalu reaktif. Kalaupun melakukan tindakan pencegahan ya boleh, tapi tentu saja kemanusiaan harus diutamakan,” tegas Koster.

BACA JUGA :  Bukan Cuma Kostum Seram, Ini Lho Fakta Unik di Balik Halloween

Menurut Koster, Pemerintah Provinsi Bali akan melibatkan tokoh masyarakat dan pihak desa adat untuk memberikan edukasi serta pemahaman kepada warga. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah terulangnya aksi main hakim sendiri di wilayah lain.

Sementara itu, Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya mengonfirmasi bahwa polisi telah mengamankan lima orang terkait kasus pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Penyidik masih mengumpulkan barang bukti dan melakukan proses penanganan hukum lebih lanjut terhadap kasus tersebut.

BACA JUGA :  IRT di Dalung Kehilangan Uang Dolar dan Emas, Pelaku Kantongi Kunci Duplikat

Menanggapi pertanyaan mengenai kondisi ekonomi dan stigma kriminalitas di sejumlah wilayah pedesaan, Koster mengatakan persoalan kesejahteraan merupakan tanggung jawab bersama pemerintah daerah.

“Kalau soal ekonomi, tidak hanya satu desa, ada sejumlah desa. Tentu di sini Pemprov bersama pemerintah kabupaten harus melakukan upaya bersama dalam pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, kasus pria berinisial KD yang disebut sebagai pelaku pencurian ayam aduan dan tewas setelah diamuk massa di Kecamatan Baturiti, Tabanan, viral di media sosial.

BACA JUGA :  Diajak Teman Sarapan Pagi, Buruh Proyek Ditemukan Meninggal Kaku di Denpasar

Peristiwa tersebut mendapat sorotan publik setelah video yang memperlihatkan anak korban menangisi kematian ayahnya beredar luas. Aksi tersebut kemudian menuai kecaman dari warganet yang menilai tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya