Luh Djelantik Pasang Badan untuk Desa Temesi, Tolak Sampah Sarbagita ke Temesi

Penolakan warga Temesi dapat dukungan Anggota DPD Ni Luh Jelantik.
Penolakan warga Temesi dapat dukungan Anggota DPD Ni Luh Jelantik.

GIANYAR, BALINEWS.ID – Suara penolakan terhadap rencana pembuangan sampah dari kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan) ke TPA Temesi semakin nyaring. Salah satu suara terdepan datang dari Anggota DPD RI asal Bali, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, yang secara terbuka menyatakan sikapnya di hadapan warga Desa Temesi, Selasa malam (10/6/2025).

Dalam kunjungan reses yang berlangsung di balai desa setempat, Ni Luh Djelantik tidak sekadar datang sebagai wakil rakyat—ia datang membawa komitmen. “Saya tidak hanya mendengar. Saya akan berdiri bersama masyarakat Temesi. Kita perjuangkan ini bersama, hingga ke tingkat pusat jika perlu,” tegasnya di tengah forum yang dihadiri para tokoh adat, perangkat desa, dan perwakilan Forum Komunikasi Penolak Sampah Luar Gianyar.

BACA JUGA :  Usai Persembahyangan di Pura Puseh Bangli, Bupati Berharap Keselamatan Masyarakat

Dengan nada lantang dan penuh empati, Ni Luh Djelantik menolak keras rencana pemindahan sampah dari luar Gianyar ke Temesi. Menurutnya, setiap daerah harus bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan. “Desa Temesi bukan halaman belakang Bali. Mereka juga punya hak atas lingkungan yang sehat, bersih, dan bermartabat,” ujarnya, disambut tepuk tangan warga.

Ia juga menyinggung ketimpangan pembangunan yang membuat sebagian wilayah seperti Denpasar dan Badung seolah menjadi pusat perhatian, sementara daerah lain kerap diperlakukan sebagai tempat menampung sisa persoalan. “Bali ini satu tubuh, tapi jangan hanya kepala yang dirawat, sementara kaki dibiarkan luka,” sindirnya tajam.

BACA JUGA :  Remaja Laki-Laki Tewas Hanyut di Pantai Biaung, Jenazah Ditemukan di Pantai Padanggalak

Dalam forum yang berlangsung hangat, sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran mereka. Selain soal pencemaran, mereka juga menyoroti ketidakadilan dalam pengambilan keputusan yang dilakukan tanpa melibatkan masyarakat secara utuh.

Menanggapi hal itu, Djelantik menegaskan bahwa aspirasi warga Temesi akan dibawanya secara resmi ke lembaga-lembaga terkait, termasuk ke Senayan bila diperlukan. “Jika Gubernur tidak segera menandatangani pernyataan resmi penolakan, maka kami akan bawa suara ini ke Jakarta. Ini bukan ancaman, ini janji,” tandasnya.

BACA JUGA :  Polres Badung Ungkap Amankan Residivis Pengedar Sabu dan Pemakai Ganja

Ni Luh juga memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang mungkin mencoba menyelundupkan sampah dari luar Gianyar secara diam-diam ke TPST Temesi. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bisa masuk dalam ranah pidana dan akan dihadapi secara hukum. “Jangan anggap sabarnya masyarakat Temesi sebagai kelemahan. Jika dipaksa, mereka akan melawan dengan cara yang sah,” katanya.

Ia menyoroti perlunya empati dari pemimpin daerah sebelum menetapkan kebijakan strategis yang menyentuh hajat hidup masyarakat kecil. “Jangan karena rakyat diam, lalu dianggap bisa dikorbankan. Kepemimpinan bukan soal jabatan, tapi soal keberpihakan,” ujarnya. (bip)

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

TABANAN, BALINEWS.ID – Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali melakukan audiensi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan guna...
BADUNG, BALINEWS.ID -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem...
INTERMESO, BALINEWS.ID - Hari Valentine kerap identik dengan cokelat, bunga mawar, dan makan malam romantis. Meski klasik dan...
NASIONAL, BALINEWS.ID - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan bahwa pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau...