BADUNG, BALINEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Badung kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak melalui peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Kabupaten Badung Tahun 2026. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri puncak perayaan HAN bertajuk “Swakarya Praba” di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Selasa (28/7).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Adi Arnawa didampingi Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa. Pada kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan Anugerah Kumara Mangupura kepada tujuh perwakilan Forum Anak Kecamatan se-Kabupaten Badung sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi dan prestasi anak-anak di Badung.
Selain seremoni penghargaan, rangkaian kegiatan turut dimeriahkan dengan pameran Forum Anak Daerah Kabupaten Badung dan Forum Anak Kecamatan, serta pameran produk UMKM yang menampilkan kreativitas masyarakat.
Bupati Adi Arnawa mengatakan tema Hari Anak Nasional tahun ini, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, sejalan dengan upaya Pemkab Badung dalam memberikan perlindungan terhadap anak dari berbagai bentuk kekerasan, perundungan (bullying), diskriminasi hingga eksploitasi. Menurutnya, generasi muda merupakan fondasi penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Membangun satu bangsa ini tidak cukup dengan membangun infrastruktur saja. Tapi membangun satu bangsa ini harus menyiapkan regenerasi yang siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan kita. Pertama, kita harus melindungi anak, lindungi anak dari kekerasan, kerundungan, dari keterbelakangan, kita harus melindungi dengan cara memberikan ruang buat anak yang seluas-luasnya untuk masa depan anak kita. Yang kedua, sayangi anak, sayangi anak dengan cara mempersiapkan dia, dengan terus meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Adi Arnawa.
Ia menambahkan, pendidikan menjadi salah satu investasi terpenting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Karena itu, dirinya mengajak seluruh anak-anak di Kabupaten Badung untuk memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh serta menjauhi tindakan perundungan terhadap sesama.
“Belajar yang baik, jangan menyesal belakangan, karena ini kesempatan untuk belajar. Berikan kesempatan, ruang untuk belajar setinggi-tingginya sehingga bisa menjadi orang yang berguna bukan hanya untuk orang tuanya tapi untuk daerah, untuk bangsa dan negara. Saya perintahkan kepada Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Badung I Nyoman Gunarta untuk terus memberikan ruang kepada anak-anak untuk berkreativitas, berinovasi dan lainnya yang positif,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia HAN Kabupaten Badung Tahun 2026, Yude Artini, menjelaskan bahwa tema Swakarya Praba merupakan akronim dari Suatu Wujud Kreativitas Budaya dan Prestasi Anak Badung yang mengangkat filosofi Samsara, sebagai simbol kehidupan yang terus berputar dan mengalami perubahan.
Menurutnya, sebelum puncak perayaan digelar, Forum Anak Daerah Kabupaten Badung telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial serta perlombaan sebagai wadah pengembangan kreativitas, kepedulian, dan partisipasi anak.
“Terima kasih saya ucapkan kepada Ayah Bupati Badung dan Bunda Ketua TP PKK beserta seluruh jajaran yang senantiasa menghadirkan ruang bagi suara dan karya anak. Semoga Swakarya Praba tidak berhenti sebagai sebuah perayaan melainkan terus menjadi cahaya yang menuntun langkah anak-anak Badung untuk berkarya, berdaya dan bermakna,” ucapnya.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Badung, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, BPD Bali, organisasi wanita di Kabupaten Badung, Forum Anak Daerah, serta ratusan pelajar tingkat SD, SMP, SMA/SMK se-Kabupaten Badung. (*)
