CANBERRA, BALINEWS.ID — Pemerintah Australia menyampaikan belasungkawa mendalam atas bencana gempa bumi yang menerpa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bertepatan dengan momen Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong. Ia menegaskan dukungan penuh Canberra bagi Jakarta di tengah masa sulit akibat gempa akhir pekan lalu yang menelan sedikitnya 53 korban jiwa.
Solidaritas di Tengah Duka dan Sejarah Panjang
Di balik ucapan duka tersebut, Penny Wong menggarisbawahi rekam jejak historis Australia sebagai salah satu negara awal yang mendukung serta mengakui kemerdekaan Indonesia.
Dukungan Awal Kemerdekaan: Australia mengumumkan pengakuan de facto terhadap Pemerintah Republik Indonesia pada 9 Juli 1947.
Peran di PBB: Saat terjadi agresi militer Belanda, Australia membawa isu kemerdekaan Indonesia ke Dewan Keamanan PBB. Indonesia kemudian memilih Australia sebagai perwakilannya di komite penyelesaian sengketa.
Pilar Keamanan Kawasan: Penny Wong menegaskan bahwa keamanan Australia sangat bergantung pada stabilitas kawasan dan eratnya hubungan bilateral dengan Indonesia.
Penguatan Kemitraan Strategis
Menlu Australia juga menyebutkan beberapa landasan penting yang memperkokoh diplomasi kedua negara tetangga ini:
Perjanjian Lombok: Ditandatangani 20 tahun lalu sebagai komitmen saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah.
Traktat Keamanan Bersama: Disahkan di Jakarta pada Februari lalu untuk memperdalam kerja sama pertahanan, menjaga perdamaian, serta mengukuhkan stabilitas kawasan.
“Sebagaimana disampaikan oleh Perdana Menteri, tidak ada hubungan yang lebih penting bagi Australia selain hubungan dengan Indonesia,” tegas Penny Wong, sembari menambahkan bahwa pemerintahan Perdana Menteri Anthony Albanese berkomitmen membawa kemitraan kedua negara ke level yang lebih tinggi.
