Slot Header 970×90

SIRKUIT MANDALIKA

Perputaran Ekonomi di MotoGP Mandalika Tembus Rp5 Triliun

Angkat Budaya Indonesia ke Panggung Dunia

Oleh Indra · null

12 Oktober 2026 pukul 14.32 WITA · 2 menit baca

Pembalap menjajal lintasan di Mandalika.
Pembalap menjajal lintasan di Mandalika. — Foto: Dorna Moto GP Mandalika

LOMBOK, BALINEWS — Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix MotoGP di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sukses mengukir sejarah baru. Ajang balap motor paling bergengsi di dunia ini tidak hanya menyajikan persaingan sengit di lintasan, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal serta menjadi wadah promosi budaya bangsa.

Dampak Ekonomi Fantastis dan Rekor Penonton

Pelaksanaan MotoGP Mandalika kali ini mencatatkan rekor jumlah penonton tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraannya dengan mencapai 157.000 penonton. Pemegang hak siar dan pengelola ajang, Dorna Sports, bahkan mengakui bahwa ajang di Indonesia ini merupakan salah satu seri terbaik yang pernah diselenggarakan.

Antusiasme pengunjung yang masif tersebut berhasil mendorong perputaran ekonomi hingga mencapai Rp5 triliun. Dampak ekonomi ini dirasakan langsung oleh berbagai sektor usaha masyarakat lokal, mulai dari pelaku UMKM, industri perhotelan, pedagang eceran, penyedia jasa transportasi dan supir, hingga para relawan (volunteers). Berputarnya roda perekonomian daerah ini diyakini berkontribusi nyata dalam menurunkan angka kemiskinan di wilayah NTB dari 14% menjadi 11%.

Pemberdayaan Tenaga Kerja dan Marshal Lokal

Keberhasilan ajang bertaraf internasional ini ditopang penuh oleh pemberdayaan masyarakat setempat. Sebanyak 3.000 pekerja lokal dikerahkan untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara.

Uniknya, posisi vital seperti marshal lintasan diisi oleh warga lokal, termasuk para ibu rumah tangga dan petani yang beralih tugas menjadi marshal pada akhir pekan. Kualitas dan keahlian para marshal lokal ini dinilai sangat baik hingga berpotensi untuk ditugaskan pada ajang balap internasional di luar negeri.

Sorotan Budaya dan Keindahan Alam Indonesia

Selain kesuksesan ekonomi, ajang MotoGP Mandalika dimanfaatkan secara optimal untuk mengenalkan kebudayaan dan identitas Indonesia ke mata dunia. Sebelum balapan utama dimulai, penonton disuguhkan pre-race ceremony di area grid yang menampilkan festival kebudayaan serta pertunjukan khas Indonesia yang penuh warna.

Suasana khidmat dan emosional terpancar saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan secara resmi di hadapan para pembalap internasional dan ratusan ribu penonton. Keindahan alam Pulau Lombok—seperti pantai di kawasan Kuta Lombok dan lanskap pesisir selatannya yang menakjubkan—juga menjadi latar belakang utama yang dipromosikan melalui siaran internasional ke seluruh dunia.

Aksi Balapan Sengit di Sirkuit Mandalika

Di atas lintasan balap, kompetisi berlangsung sengit di tengah suhu udara Mandalika yang terik. Pembalap tim Aprilia, Marco Bezzecchi, tampil impresif sepanjang akhir pekan dengan mengincar pole position dan meraih podium. Ajang ini juga diramaikan oleh kehadiran Marc Marquez yang baru saja mengunci gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya, serta persaingan strategi pemakaian ragam opsi ban dari Michelin oleh tiap tim balap.

Kesuksesan penyelenggaraan ini membuktikan kemampuan Indonesia dalam menggelar ajang olahraga kelas dunia yang tidak hanya menorehkan kebanggaan nasional, tetapi juga memberikan dampak kesejahteraan nyata bagi masyarakat daerah.

Indra

Indra

Wartawan Madya

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.