PARIS, BALINEWS - Protes mahasiswa di Prancis memasuki minggu ketiga dengan ribuan siswa dan guru melakukan demonstrasi di seluruh negeri.
Mereka menuntut investasi lebih banyak dan langkah konkret untuk memperbaiki kondisi pendidikan yang dianggap buruk.
Demonstrasi berlangsung di berbagai kota seperti Lille, Rennes, Nantes, Lyon, Toulon, dan Marseille, dengan ribuan siswa berkumpul di Place de la Bastille, Paris.
Beberapa di antaranya memanjat monumen sambil mengibarkan bendera tricolor dan menyanyikan La Marseillaise.
Meskipun Menteri Pendidikan Édouard Geffray mengumumkan penambahan 3.000 guru pengganti dan perekrutan baru, para siswa menilai langkah tersebut belum cukup.
Ryad Rani, presiden serikat siswa, menyatakan belum ada tindakan konkret yang memenuhi tuntutan mereka.
Menurut survei Elabe untuk BFM TV, 72% masyarakat Prancis mendukung tuntutan siswa, meski 55% di antaranya berpendapat protes sebaiknya dihentikan.
Pemerintah Prancis menghadapi tekanan untuk memenuhi tuntutan ini menjelang pemilu presiden yang krusial.

