Proyek Balai Pesandekan Pidpid dari Dana BKK Pemprov Roboh Lagi, Ini Kata Dinas PU

Share:

Balai pesandekan yang didanai lewat Bantuan Keuangan Khusus Pemprov Bali roboh.
Balai pesandekan yang didanai lewat Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemprov Bali roboh.

KARANGASEM, BALINEWS.ID – Pembangunan Balai Pesandekan (tempat istirahat) di Krematorium Pidpid, Kecamatan Abang, kini menjadi sorotan. Sebab, proyek pembangunan balai itu roboh. Bukan sekali, tapi sudah dua kali mengalami kejadian serupa. Diduga konstruksinya tidak kuat.

Proyek krematorium di Desa Pidpid ini merupakan bagian dari tiga proyek Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Provinsi Bali dengan total anggaran sekitar Rp 7 miliar. Proyek ini dimulai bersamaan dengan pembangunan Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) dan Wantilan Kebudayaan di Jalan Veteran, Amlapura, sejak tahun 2023.

BACA JUGA :  Truk Jadi Biang Kerok Kecelakaan, Jam Operasional Dibatasi Mulai Desember 2025

Proyek yang didanai melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali di Kabupaten Karangasem kembali menjadi sorotan. Kali ini, bangunan balai pesandekan dalam proyek krematorium di Desa Pidpid, Kecamatan Abang, yang menelan biaya miliaran rupiah, roboh akibat diterjang angin kencang beberapa hari lalu.

Kepala Dinas PUPR Karangasem, Wedasmara, membenarkan bahwa balai pesandekan tersebut telah mengalami kerusakan dua kali. Saat ini, pihaknya sedang melakukan kajian mendalam untuk mengidentifikasi penyebab kejadian ini dan langkah yang perlu diambil, mengingat proyek ini masih dalam masa pemeliharaan selama lima bulan ke depan.

BACA JUGA :  Truk Barang Terguling Hadang Setengah Badan Jalan Raya Tulamben, Lalin Buka Tutup

“Kami sudah bekerja sama dengan tim ahli dari universitas untuk melakukan kajian lebih lanjut dan merumuskan solusi terbaik. Mengingat wilayah ini sering diterpa angin kencang, perlu ada kajian khusus untuk menangani masalah tersebut,” ujar Wedasmara, Senin (10/2/2025).

Setelah kejadian tersebut, Dinas PUPR bersama pihak terkait langsung melakukan evaluasi awal. Wedasmara menjelaskan bahwa meskipun ada sedikit perubahan pada desain pondasi sejak pembangunan awal, masalah utama terletak pada struktur kayu di bagian atas bangunan.

BACA JUGA :  Tak Ikut Boikot! Gus Par Semangat Jalani Retret di Akademi Militer Magelang

“Struktur kayu akan kami teliti lebih lanjut, termasuk ketebalan, ukuran, dan sambungannya. Kami akan memastikan bahwa semua elemen konstruksi sudah memenuhi standar yang ditetapkan,” tambahnya. Dinas PUPR juga memastikan bahwa kontraktor bertanggung jawab atas perbaikan karena proyek ini masih dalam tahap pemeliharaan. (bip)

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

BALINEWS.ID - Cliff at CANNA has officially unveiled Anatomy of the Archipelago, a groundbreaking tapas and cocktail journey...
INTERMESO, BALINEWS.ID - Tak terasa, kita hampir memasuki bulan September. Waktu terasa bergerak cepat, dan sering kali tanpa...
Wayan Koster Respon Demo Hari ini: Silahkan Demo, Jangan Timbulkan Ketegangan Baru Denpasar, BaliNews.id - Aksi demo di...
DENPASAR, BALINEWS.ID - Masa seruan aksi di depan Mapolda Bali ini berlangsung dari Jalan Melati parkiran GOR I...

Breaking News

Berita Terbaru
MDA
SMA
AS
LSD
GWK
BBM
P3K
BSU
DLH
OTA
CSR
BK
HIV
ABK
Teh
LPG
SIM
PNS
NTT
STT
PBB
PON
Bir
PMI
DIY
SBY
BCL
Art
SMP
PAW
IKN
PHK
NIK
USG
Pil
ATM
atv
DPR
AHY
kos
PSN
IU
PKB
ASN
KPK
BNN
PAD
TKP
KAI
SEO
BSN
Tas
lpd
5km
Run
Sar
UKT
tni
bkk
PLN
api
KTP
KEK
MoU
Kue
WNA
PMK
BPS