DENPASAR, BALINEWS.ID – Pengamat kebijakan publik, I Gusti Putu Artha, menegaskan dukungannya terhadap kinerja Kepolisian Daerah (Polda) Bali dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Bali. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memastikan Bali tetap kondusif sebagai daerah tujuan wisata dunia sekaligus ruang hidup masyarakat yang aman dan harmonis.
Pernyataan itu disampaikan I Gusti Putu Artha dalam momentum silaturahmi bersama jajaran Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali yang berlangsung pada Kamis, 6 Februari 2026, di kawasan Renon, Denpasar.
Dalam kegiatan tersebut, Kasubdit I Ditintelkam Polda Bali, AKBP Agung Budiarto, S.E., menyampaikan apresiasi atas kehadiran I Gusti Putu Artha. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergitas antara institusi kepolisian dengan kalangan pengamat kebijakan publik dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan daerah.
AKBP Agung Budiarto menegaskan bahwa Polri, khususnya Polda Bali, senantiasa terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan yang bersifat konstruktif dari masyarakat. Hal tersebut, kata dia, merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus meningkatkan profesionalitas, transparansi, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kolaborasi dan komunikasi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat sangat penting, termasuk dengan pengamat kebijakan dan insan pers, agar situasi kamtibmas di Bali tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.
Menjelang peringatan Hari Pers Nasional, AKBP Agung Budiarto juga berharap terbangun kerja sama yang semakin solid antara kepolisian, insan pers, dan seluruh komponen masyarakat. Sinergi tersebut dinilai berperan strategis dalam menjaga ruang publik yang sehat, informatif, serta kondusif bagi stabilitas keamanan di Bali.
Sementara itu, I Gusti Putu Artha menegaskan bahwa keterlibatannya dalam berbagai diskursus dan ruang publik tidak dilandasi oleh kepentingan politik praktis. Ia menekankan bahwa peran yang dijalaninya semata-mata merupakan bentuk pengabdian intelektual dan tanggung jawab moral sebagai bagian dari masyarakat Bali.
Ia juga menjelaskan bahwa pengalamannya sebagai saksi ahli di Mahkamah Konstitusi merupakan bagian dari profesionalitas keilmuan yang dijalankan secara objektif, independen, dan sesuai dengan kapasitas akademik yang dimilikinya.
Lebih lanjut, I Gusti Putu Artha menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial melalui penyampaian pandangan yang objektif, edukatif, dan menyejukkan ruang publik. Menurutnya, stabilitas keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
“Dengan komunikasi yang sehat dan narasi yang konstruktif, situasi sosial yang aman, tertib, dan harmonis dapat terus terjaga di Bali,” pungkasnya. (*)

