Sejumlah Kementerian dan Lembaga Berlomba Minta Tambahan Anggaran

Ilustrasi (sumber foto: Unsplash/Mufid Majnun)

NASIONAL, Balinews.id – Sejumlah kementrian dan lembaga pemerintahan dalam Kabinet Merah Putih baru-baru ini mengajukan permintaan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan. Alasannya beragam, namun pada dasarnya ditujukan untuk menunjang target ambisius pembangunan nasional yang dicanangkan pemerintah.

Dalam beberapa kasus, besaran anggaran yang diminta cukup besar, seperti Kementerian Pertahanan yang mengusulkan penambahan hingga Rp184 triliun.

Dalam rapat bersama Badan Anggaran dan komisi-komisi di DPR RI, masing-masing kementerian memaparkan alasan mereka atas kebutuhan tersebut.

Kementerian Pertahanan misalnya, melalui Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, mengajukan tambahan untuk mendukung pembinaan personel TNI, pemeliharaan alat utama sistem senjata (alutsista), serta peningkatan kesejahteraan prajurit.

BACA JUGA :  Presiden Prabowo Lantik 31 Duta Besar di Istana, Siapa Saja?

Selanjutnya adalah Kementerian Koperasi dan UKM yang dipimpin Budi Arie Setiadi mengusulkan tambahan hampir Rp6 triliun untuk memperkuat koperasi desa sesuai Inpres No. 9 Tahun 2025. Anggaran ini diperlukan untuk membentuk hingga 80 ribu koperasi desa dan kelurahan.

Kementrian Dalam Negeri mengajukan tambahan Rp3,14 triliun guna mendukung pelaksanaan direktif Presiden, program prioritas nasional, serta belanja wajib yang tidak dapat ditunda.

Kementrian Komunikasi dan Digital meminta tambahan Rp12,6 triliun untuk proyek digitalisasi nasional, termasuk pembangunan akses internet di Papua, kelanjutan Pusat Data Nasional, dan pengembangan kecerdasan buatan.

BACA JUGA :  Menilik Peluang Danantara Sebagai Pengelola Investasi di Indonesia

Kementerian Ekonomi Kreatif, lewat Menteri Teuku Riefky, mengusulkan kenaikan pagu anggaran menjadi Rp2,3 triliun, dari pagu awal Rp428 miliar, untuk pengembangan industri kreatif dan dukungan manajerial.

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia juga mengajukan tambahan Rp1,3 triliun guna memperkuat pelatihan dan penempatan tenaga kerja migran yang lebih berkualitas.

Kementerian Pekerjaan Umum meminta kenaikan anggaran 2026 menjadi Rp139,74 triliun, naik signifikan dari Rp73,76 triliun tahun sebelumnya, untuk berbagai proyek infrastruktur, termasuk pembangunan DOB Papua dan sekolah rakyat.

BACA JUGA :  Sopir Truk Towing yang Terguling di Pecatu Tewas

Kementerian Perhubungan juga tak ketinggalan, Kementrian Perhubungan meminta tambahan Rp13,25 triliun guna mendanai layanan transportasi dasar dan peningkatan keselamatan transportasi.

Kementerian Transmigrasi juga menyampaikan kebutuhan tambahan sebesar Rp329 miliar untuk mengimbangi total kebutuhan teknis dan manajemen.

Terakhir, ada Mahkamah Agung yang mengajukan tambahan Rp7,67 triliun untuk mendukung pemenuhan hak-hak finansial hakim, yang dinilai mengalami penurunan alokasi dibanding tahun sebelumnya. (*)

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

GIANYAR, BALINEWS.ID - Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kembali digelar di Kabupaten Gianyar. Kegiatan yang menghadirkan anggota DPR...
NASIONAL, BALINEWS.ID - Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah atau awal Ramadan 2026 Masehi jatuh pada Kamis, 19...
NASIONAL, BALINEWS.ID - Indonesia kembali menjadi perhatian dunia internasional setelah tercatat sebagai negara dengan tingkat perlindungan terhadap penipuan...
DENPASAR, BALINEWS.ID – Seorang sopir truk berinisial DP (51) ditemukan meninggal dunia di area gudang kawasan Jalan By...