GIANYAR, BALINEWS - Pemandangan sarat makna toleransi mewarnai prosesi upacara pelebon almarhum Gusti Agung Made Sita dari Puri Saren Kauh di Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Minggu (4/10/2026). Di tengah kekhusyukan tradisi Hindu Bali, warga Muslim dari Kampung Sindu tampak melebur secara gotong royong bersama warga setempat.
Dalam prosesi tersebut, warga Muslim Kampung Sindu ikut ambil bagian dengan mengarak tragtag—tangga bambu khusus yang digunakan untuk menaikkan dan menurunkan jenazah pada menara bade menuju peraduan terakhir di Setra Desa Adat Keramas.
Tokoh masyarakat Keramas, Gusti Agung Dharmada, menegaskan bahwa keikutsertaan warga Muslim Kampung Sindu bukan sekadar partisipasi biasa, melainkan cermin dari ikatan sejarah yang membentang sejak abad ke-19.
"Hubungan erat antara warga Muslim Kampung Sindu dan Puri Keramas ini bukan hal baru, melainkan tradisi yang sudah terajut kuat sejak tahun 1856," ujar Gusti Agung Dharmada.
Jejak harmoni lintas agama ini berakar dari catatan sejarah ratusan tahun silam. Saat itu, enam kepala keluarga yang merupakan leluhur warga Kampung Sindu menyertai perjalanan tokoh Puri Keramas, Ida I Gusti Agung Made Moning, sekembalinya dari Lombok.
Sebagai bentuk perlindungan dan rasa kekeluargaan, pihak Puri Keramas menganugerahkan lahan pekarangan (catu) masing-masing seluas 30 are, serta memfasilitasi pendirian tempat ibadah atau langgar. Musala bersejarah tersebut kini telah berkembang menjadi salah satu masjid tertua di Pulau Dewata.
Hingga kini, pihak Puri Keramas terus merawat warisan keharmonisan tersebut dengan menempatkan warga Muslim Kampung Sindu sebagai bagian tak terpisahkan dari keluarga besar Puri. Keterlibatan aktif dalam momentum adat dan keagamaan menjadi tradisi yang konsisten dipelihara kedua belah pihak.
"Hubungan kami bersama warga Muslim, saling mengundang. Kalau ada Puri atau warga kampung yang punya gawe," jelas Dharmada.
Prosesi pelebon penglingsir Puri Keramas ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman keyakinan justru memperkokoh tali persaudaraan dan memperkaya nilai-nilai kebersamaan di tanah Bali.

