GIANYAR, BALINEWS.ID – Beredarnya video yang memperlihatkan perselisihan antarwarga di Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, sempat menjadi perhatian masyarakat di media sosial. Menindaklanjuti hal tersebut, aparat kepolisian bersama unsur kewilayahan turun langsung melakukan klarifikasi dan memastikan permasalahan telah diselesaikan secara damai.
Bhabinkamtibmas Desa Ketewel, Aiptu I Kadek Sipin Wijaya, bersama Babinsa Desa Ketewel I Wayan Suparta mendatangi lokasi kejadian di Gang Batan Ampel, Banjar Pabean, Jumat (5/6/2026). Kegiatan tersebut turut melibatkan Kepala Lingkungan serta Kelian Adat Banjar Pabean.
Dari hasil penelusuran dan keterangan para pihak, diketahui perselisihan berawal dari teguran terkait suara musik yang diputar pada pagi hari. Teguran tersebut kemudian memicu kesalahpahaman antara kedua warga hingga terjadi adu argumentasi.
Namun demikian, aparat memastikan persoalan tersebut sebenarnya telah diselesaikan secara kekeluargaan sejak 29 Mei 2026. Video yang beredar di media sosial merupakan rekaman lama yang kembali menjadi perhatian publik.
Dalam pertemuan tersebut, aparat kepolisian, TNI, dan perangkat adat memberikan pembinaan kepada kedua pihak agar tetap menjaga hubungan baik sebagai sesama warga, mengedepankan komunikasi yang santun, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah dan mufakat.
Kelian Adat Banjar Pabean juga mengingatkan masyarakat agar senantiasa menjaga ketertiban dan keharmonisan lingkungan. Ia menegaskan setiap tindakan yang berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat dapat dikenakan sanksi adat sesuai ketentuan awig-awig yang berlaku di Desa Adat Ketewel.
Setelah diberikan pemahaman, kedua belah pihak menyatakan telah saling memaafkan dan berkomitmen untuk tidak mengulangi kejadian serupa. Pertemuan tersebut diakhiri dengan jabat tangan sebagai simbol perdamaian dan penyelesaian masalah secara kekeluargaan.
Melalui langkah mediasi tersebut, aparat berharap situasi kamtibmas di wilayah Desa Ketewel tetap kondusif serta masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. (*)

