Slot Header 970×90

10 Museum di Bali yang Wajib Dikunjungi Wisatawan

Oleh Putri · null

23 Oktober 2026 pukul 11.19 WITA · 4 menit baca

10 Museum di Bali yang Wajib Dikunjungi Wisatawan

BALINEWS - Bali tidak hanya menawarkan pantai, sawah, dan pura. Pulau ini juga menyimpan banyak museum yang merekam perjalanan seni, sejarah, dan budayanya. Di ruang-ruang pamer itu, wisatawan bisa melihat lukisan gaya Batuan dan Kamasan, ukiran kayu, topeng, wayang, hingga naskah lontar berusia ratusan tahun.

Sebagian besar museum berada di kawasan Ubud, yang sejak tahun 1930-an tumbuh sebagai pusat seni rupa Bali. Namun ada juga museum menarik di Denpasar, Sanur, Nusa Dua, hingga Singaraja di Bali utara. Berikut 10 museum di Bali yang wajib dikunjungi wisatawan, ditutup dengan tips berkunjung di bagian akhir artikel.

1. Museum Bali, Denpasar

Gambar berita

Foto: PHGCOM/Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Museum Bali adalah museum negara yang menyimpan peninggalan masa lampau dan benda etnografi Bali, mulai dari peralatan hidup sehari-hari, kesenian, perlengkapan keagamaan, hingga bahasa dan tulisan. Gagasannya dimulai pada awal abad ke-20, dan museum ini mulai dibuka untuk umum pada 8 Desember 1932.

Kompleks museum dibangun meniru tata ruang puri Bali, lengkap dengan tembok, halaman, dan bale kulkul. Koleksinya tersebar di beberapa gedung bernama Tabanan, Karangasem, dan Buleleng, yang menampilkan topeng dan alat musik, arca dan lukisan, serta kain tradisional.

Lokasi: Sisi timur Lapangan Puputan Badung, pusat Kota Denpasar.

2. Museum Puri Lukisan, Ubud

Gambar berita

Foto: Jorge Láscar/Wikimedia Commons (CC BY 2.0)

Museum Puri Lukisan Ratna Wartha disebut sebagai museum seni tertua di Bali. Gagasannya berakar dari perkumpulan seniman Pitamaha yang dibentuk pada 1936 oleh Raja Ubud Tjokorda Gde Agung Sukawati bersama pelukis Walter Spies dan Rudolf Bonnet. Batu pertamanya diletakkan pada 31 Januari 1954, dan museum diresmikan pada 31 Januari 1956.

Koleksinya berupa lukisan dan ukiran kayu Bali dari tahun 1930-an hingga kini, mewakili aliran Sanur, Batuan, Ubud, Young Artist, dan Keliki. Di antara koleksi pentingnya terdapat karya I Gusti Nyoman Lempad dan ukiran kayu Ida Bagus Nyana.

Lokasi: Jalan Raya Ubud, Kabupaten Gianyar.

3. Museum Seni Neka, Ubud

Gambar berita

Foto: Harditaher/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Museum Seni Neka didirikan oleh Pande Wayan Suteja Neka, putra pemahat I Wayan Neka yang merupakan anggota Pitamaha. Suteja Neka membuka salah satu galeri seni pertama di Ubud pada 1966, lalu mulai mengoleksi karya untuk mendokumentasikan dan melestarikan seni Bali agar tidak semuanya terbawa ke luar negeri.

Museum ini resmi dibuka pada 7 Juli 1982 dan menjadi salah satu museum seni swasta pertama di Bali. Di sini wisatawan bisa melihat lukisan tradisional dan modern Bali hingga karya pelukis Indonesia ternama, dalam kompleks bangunan bergaya Bali yang asri.

Lokasi: Ubud, Kabupaten Gianyar.

4. Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud

Gambar berita

Foto: Harditaher/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

ARMA didirikan oleh Agung Rai dan diresmikan pada 9 Juni 1996 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Wardiman Djojonegoro. Koleksinya mencakup karya tradisional dan kontemporer seniman Bali, Indonesia, dan mancanegara, termasuk lukisan klasik Kamasan, karya seniman Batuan, serta lukisan Raden Saleh dan Walter Spies.

Selain ruang pamer, ARMA juga berfungsi sebagai pusat seni rupa dan seni pertunjukan. Museum ini kerap menggelar pameran temporer, pertunjukan tari dan musik, kelas melukis, serta lokakarya budaya.

Lokasi: Kawasan Pengosekan, Ubud, Kabupaten Gianyar.

5. Museum Rudana, Peliatan

Gambar berita

Foto: Budi Sukada/Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Museum Rudana didirikan oleh kolektor Nyoman Rudana bersama Wayan Olastini, dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 26 Desember 1995 sebagai persembahan menyambut 50 tahun Indonesia merdeka. Bangunan tiga lantainya dirancang dengan filosofi arsitektur Bali, seperti Tri Angga dan Tri Loka.

Museum ini memamerkan lebih dari 400 karya lukis dan patung, antara lain karya I Gusti Nyoman Lempad, Affandi, Basuki Abdullah, Srihadi Soedarsono, Nyoman Gunarsa, dan Made Wianta, serta seniman asing yang pernah tinggal di Bali seperti Antonio Blanco dan Arie Smit.

Lokasi: Jalan Cok Rai Pudak No. 44, Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.

6. Museum Blanco Renaissance, Ubud

Gambar berita

Foto: Tigerente/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Museum ini dibuka pada 28 Desember 1998 dan didedikasikan untuk karya pelukis Antonio Blanco, seniman kelahiran Manila tahun 1912 yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di Ubud hingga wafat pada 1999.

Gedung pamernya yang megah dengan gerbang berpatung menjadi daya tarik tersendiri. Di dalamnya, wisatawan bisa melihat lukisan-lukisan Blanco yang dikenal ekspresif dan romantis, sekaligus merasakan suasana rumah dan studio tempat sang pelukis berkarya.

Lokasi: Kawasan Campuhan, Ubud, Kabupaten Gianyar.

7. Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma

Gambar berita

Foto: Anandajoti/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Museum ini khusus mengoleksi topeng dan wayang dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Didirikan oleh pengusaha dan pecinta budaya Hadi Sunyoto, koleksinya dikumpulkan sejak awal tahun 2000-an dan museum dibuka untuk umum pada 2006.

Jumlah koleksinya kurang lebih 1.300 topeng dan 5.700 wayang, termasuk wayang kulit dari Malaysia serta topeng dari India, Meksiko, Tiongkok, Jepang, dan sejumlah negara Afrika. Koleksi itu dipajang di beberapa rumah joglo dan limasan dari Jawa yang dialihfungsikan menjadi rumah pamer.

Lokasi: Jalan Tegal Bingin, Banjar Tengkulak Tengah, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

8. Museum Le Mayeur, Sanur

Gambar berita

Foto: Andy Mabbett/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Museum di tepi Pantai Sanur ini dulunya adalah rumah sekaligus studio Adrien-Jean Le Mayeur de Merprès, pelukis asal Belgia yang tiba di Bali pada 1932. Di sini ia melukis Ni Nyoman Pollok, penari legong yang menjadi model utamanya dan kemudian dinikahinya pada 1935.

Le Mayeur semula hanya berencana tinggal delapan bulan, tetapi akhirnya menetap di Bali hingga akhir hayatnya. Museum ini memajang puluhan lukisannya serta koleksi seni dan benda tradisional Bali, di dalam rumah bergaya Bali yang dikelilingi taman rimbun.

Lokasi: Pantai Sanur, Kota Denpasar.

Putri

Putri

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.