TABANAN, BALINEWS.ID – Suasana haru menyelimuti pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan para siswa dalam agenda kunjungan kerja di Bali. Di hadapan kepala negara, seorang siswa bernama Gede Bagus Abimanyu menyampaikan kisah hidupnya yang penuh perjuangan.
Gede, siswa Sekolah Rakyat 17 Tabanan, merupakan anak dari seorang penatu yang tumbuh tanpa kehadiran ayah sejak kecil. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bagaimana sang ibu membesarkannya seorang diri dengan penuh keteguhan.
“Saya dari kecil ditinggal ayah. Ibu merawat sendirian. Dia meminta saya jujur, semangat, dan pantang menyerah,” ujar Gede dengan suara bergetar di hadapan Presiden.
Ia menegaskan bahwa kondisi keluarga bukanlah penghalang untuk bangkit dan meraih masa depan. Menurutnya, didikan yang tepat menjadi kunci perubahan dalam hidup seorang anak.
“Sehancur apa pun anak itu, apabila berkat didikan dan lingkungan yang tepat, maka anak itu bisa dirakit kembali,” katanya, disambut perhatian penuh para hadirin.
Dalam kesempatan tersebut, Gede juga menyampaikan apresiasi atas keberadaan program Sekolah Rakyat yang telah membantunya melanjutkan pendidikan dan membangun kepercayaan diri.
“Untuk Bapak Presiden, saya berterima kasih atas Sekolah Rakyat ini. Saya terbantu atas program ini. Saya tidak bisa berkata apa lagi,” tuturnya lirih.
Usai menyampaikan pernyataan, Gede turun dari podium dan langsung memeluk ibundanya yang turut hadir dalam acara tersebut. Momen tersebut menjadi simbol keteguhan seorang ibu dan tekad seorang anak untuk mengubah nasib melalui pendidikan.
Kisah Gede Bagus Abimanyu menjadi potret nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukan akhir dari segalanya. Dengan dukungan keluarga, pendidikan yang tepat, dan semangat pantang menyerah, harapan akan masa depan yang lebih baik tetap menyala.

