GIANYAR, BALINEWS.ID – Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, BPBD Kabupaten Gianyar menggelar simulasi kebencanaan terpadu yang melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Kegiatan ini berlangsung di SMP Negeri 1 Tampaksiring sebagai model integrasi sistem kesiapsiagaan berbasis sekolah dan masyarakat.
Simulasi yang digelar bekerja sama dengan Yayasan IDEP Selaras Alam ini menjadi implementasi nyata penguatan empat pilar ketangguhan daerah. Keempat pilar tersebut meliputi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Manukaya, Tim Reaksi Cepat (TRC) multisektoral, serta penguatan layanan darurat melalui Command Center 112 Gianyar.
Seluruh komponen terlibat dalam satu skenario terpadu yang menggambarkan alur penanganan bencana secara menyeluruh, mulai dari deteksi awal, pelaporan melalui layanan darurat 112, hingga respon cepat di lapangan oleh tim terkait.
Simulasi ini melibatkan berbagai unsur, seperti pemadam kebakaran, tenaga kesehatan dari Puskesmas Tampaksiring, Forum Pengurangan Risiko Bencana Desa Manukaya, aparat Bhabinkamtibmas dan Babinsa, serta partisipasi aktif siswa dan guru. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar I Gusti Ngurah Dibya Presasta menyampaikan bahwa sistem yang dibangun dirancang untuk meminimalkan jeda antara laporan kejadian dan tindakan di lapangan. “Saat laporan masuk melalui 112, Command Center langsung mengaktifkan TRC multisektoral. Di sisi lain, sekolah menjalankan prosedur SPAB, sementara komunitas DESTANA bergerak sebagai respon awal,” jelasnya.
Dalam simulasi tersebut, skenario yang diangkat adalah gempa bumi yang berkembang menjadi kondisi darurat lanjutan. Fokus utama pengujian meliputi kecepatan evakuasi, ketepatan komunikasi, serta sinergi antarinstansi guna memastikan standar pelayanan minimal penanggulangan bencana dapat berjalan optimal.
Melalui kegiatan ini, BPBD Gianyar menegaskan komitmennya dalam membangun budaya sadar bencana secara berkelanjutan dengan memperkuat konektivitas antara sekolah, desa, dan sistem komando darurat berbasis teknologi.
Dengan mengusung semangat “Siap untuk Selamat”, Kabupaten Gianyar terus mendorong terwujudnya daerah yang tangguh, responsif, dan adaptif dalam menghadapi potensi bencana. (*)
