BALINEWS.ID – Sudah rutin pemanasan sebelum lari, tetap saja kaki keseleo saat menghindari lubang trotoar. Situasi seperti ini bukan hal asing bagi warga Denpasar yang rutin olahraga sore di Lapangan Puputan Renon, salah satu titik favorit warga untuk lari, jalan cepat, sampai sekadar peregangan santai sambil menikmati udara sore.
Cedera olahraga memang bisa datang kapan saja, baik akibat benturan langsung maupun aktivitas fisik yang berlebihan. Keluhannya pun beragam, mulai dari nyeri otot ringan, kram, keseleo, sampai yang lebih serius seperti robekan otot, ligamen, tendon, dislokasi, atau bahkan patah tulang.
Yang perlu dipahami, penanganan di menit-menit pertama setelah cedera justru menentukan seberapa cepat pemulihan berlangsung ke depannya.
“Pada fase awal cedera olahraga, pertolongan pertama sangat penting untuk mencegah kerusakan jaringan yang lebih lanjut,” kata dr. R. Handaya Dipanegara, M.Kes, Sp. Akp, Subsp. A.A. (K).
Salah satu metode yang bisa langsung diterapkan di lokasi kejadian, entah itu di Renon, jalur lari Sanur, atau taman olahraga mana pun di Bali, adalah pendekatan PRICE: Protect, Rest, Ice, Compression, dan Elevation.
Langkah pertama dimulai dari Protect dan Rest, yaitu melindungi area yang cedera sekaligus segera mengistirahatkannya agar tidak terjadi trauma tambahan. Kalau kamu keseleo saat lari pagi, jangan paksakan diri tetap jalan atau lari sampai selesai rute, karena justru bisa memperparah kondisi cedera.
Setelah itu, barulah masuk ke tahap Ice dan Compression. Kompres dingin membantu meredakan nyeri, sementara balutan bertekanan aman diperlukan untuk mengontrol pembengkakan yang biasanya muncul dalam hitungan menit setelah cedera terjadi.
Langkah terakhir, Elevation, artinya memposisikan bagian tubuh yang cedera lebih tinggi dari posisi jantung. Kalau cederanya di area kaki, misalnya, cukup duduk sambil menyandarkan kaki ke bangku taman atau apa pun yang tersedia di sekitar lokasi, sambil menunggu bantuan medis jika diperlukan.
Kelima langkah ini bukan pengganti pemeriksaan dokter, tapi jadi jembatan penting sebelum seseorang memasuki tahap pemulihan sesungguhnya. Sebab tujuan pemulihan cedera olahraga bukan sekadar menghilangkan rasa nyeri, melainkan mengembalikan fungsi tubuh dan pola gerak seperti sedia kala, supaya kamu bisa kembali menikmati rutinitas lari sore favoritmu tanpa rasa was-was.
