Diuji Cuaca Ekstrem, Nelayan Karangasem Bertahan Lewat Pekerjaan Alternatif

Nelayan Karangasem kini harus mewaspadai cuaca buruk.
Nelayan Karangasem kini harus mewaspadai cuaca buruk.

KARANGASEM, BALINEWS.ID – Gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda perairan timur Bali dalam beberapa hari terakhir memaksa para nelayan Karangasem untuk mengistirahatkan perahunya. Namun, diam bukan pilihan. Demi menjaga dapur tetap mengepul, mereka beradaptasi—beralih ke daratan, mencari rezeki dari ladang, ternak, atau pekerjaan musiman lainnya.

I Wayan Kerti, nelayan asal Desa Seraya, sudah tiga hari terakhir tak melaut. Ombak besar dan cuaca yang tidak bersahabat membuatnya memilih untuk sementara meninggalkan laut dan fokus mencari pakan ternak sapi miliknya.

BACA JUGA :  Bali Zoo Resmi Stop Aktivitas Menunggangi Gajah per Januari 2026

“Daripada memaksakan diri ke laut dan berisiko, lebih baik fokus di darat dulu. Ini juga bisa bantu ekonomi keluarga,” ujarnya, sembari memanggul rumput pakan di pundak.

Cerita serupa datang dari Ujung Pesisi dan Desa Bugbug. Malonk dan Wayan Sudiana, dua nelayan setempat, juga memilih menghindari laut dan mencari alternatif penghasilan dari rumah. “Lebih aman di rumah. Kalau dipaksakan bisa berbahaya. Ombak dan anginnya terlalu besar,” tutur Sudiana.

Keputusan para nelayan ini mendapat dukungan dari pemerintah desa. Perbekel Seraya Timur, I Made Pertu, menegaskan bahwa kondisi saat ini merupakan bagian dari siklus cuaca buruk tahunan di wilayah perairan Bali timur.

BACA JUGA :  Awalnya Korban Penganiayaan, Pecalang Pura Besakih Kini Menjadi Tersangka

“Kami sudah sampaikan kepada para nelayan agar terus memantau informasi cuaca. Kalau gelombang tinggi masih terjadi, lebih baik tunda melaut. Keselamatan lebih penting,” katanya.

Meski kondisi cuaca memukul sektor perikanan tradisional, respons cepat masyarakat pesisir untuk beradaptasi menjadi gambaran nyata ketangguhan sosial mereka. Para nelayan, yang biasanya bertarung dengan ombak, kini mengandalkan tanah, ternak, dan kreativitas untuk menyambung hidup.

Mereka berharap langit segera bersahabat, agar perahu bisa kembali turun ke laut. Namun, hingga saat itu tiba, semangat bertahan di darat menjadi pilihan rasional yang mereka jalani dengan tabah dan penuh keikhlasan.

BACA JUGA :  Ada 28 Bangunan Diduga Melanggar Tata Ruang, Bupati Badung Pilih Sikap Ini

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

BADUNG, BALINEWS.ID – Seorang residivis kasus pencurian perhiasan kembali berurusan dengan hukum setelah diduga menggasak emas senilai Rp...
TABANAN, BALINEWS.ID – Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali melakukan audiensi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan guna...
BADUNG, BALINEWS.ID -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem...
INTERMESO, BALINEWS.ID - Hari Valentine kerap identik dengan cokelat, bunga mawar, dan makan malam romantis. Meski klasik dan...