Dulu Berjaya, 4 Pusat Perbelanjaan di Bali Ini Sekarang Sedang “Tertidur”

Salah satu pusat perbelanjaan, Tragia. Kini bangunan sudah diratakan.
Salah satu pusat perbelanjaan, Tragia. Kini bangunan sudah diratakan.

DENPASAR, BALINEWS.ID — Bali tidak hanya menyimpan kenangan indah tentang pantai dan kebudayaannya, tetapi juga memori kolektif tentang pusat-pusat perbelanjaan ikonik yang pernah menjadi pusat keramaian warga lokal pada masanya.

Jauh sebelum menjamurnya mall megah berkonsep modern seperti sekarang, Bali pernah memiliki segudang mall dan supermarket lokal yang berstatus raksasa. Namun, tergerus pesatnya modernisasi, pergeseran tren belanja online, serta kompetisi yang ketat, pusat-pusat perbelanjaan legendaris ini kini tampak senyap dan “tertidur.”

Berikut adalah daftar pusat perbelanjaan yang pernah bertakhta di hati masyarakat Bali namun kini tinggal cerita:

BACA JUGA :  Hanya Dapat 9 Siswa Baru, SMP Pertiwi Pelangi Dewata Tetap Semangat Gelar MPLS

1. MA Dept Store (Jalan Diponegoro, Denpasar)

Bagi warga Kota Denpasar era 1990-an hingga awal 2000-an, kawasan Jalan Diponegoro adalah kiblat belanja pakaian dan gaya hidup. MA Department Store menjadi salah satu pelopor yang selalu dipadati pengunjung, terutama menjelang hari raya atau akhir pekan. Kini, kejayaannya perlahan memudar pasca musibah dan seiring bermunculannya pusat perbelanjaan anyar.

2. Robinson (Jalan Sudirman, Denpasar)

Berada di kawasan strategis dan pendidikan Jalan Sudirman, Robinson pernah menjadi meeting point favorit anak muda dan keluarga di Denpasar. Robinson bukan sekadar tempat berbelanja kebutuhan pokok, melainkan destinasi hiburan utama pada masanya.

BACA JUGA :  FORGAS Tolak Ormas Meresahkan, Tegaskan Pecalang Cukup untuk Jaga Bali

3. Tragia (Pertokoan Kerta Wijaya, Jalan Diponegoro, Denpasar)

Sebagai salah satu supermarket paling awal yang dikenal masyarakat Bali, Tragia di kompleks Pertokoan Kerta Wijaya memegang posisi sentimental bagi generasi terdahulu. Kehadirannya dulu menandai masuknya ritel modern di kawasan bisnis utama Denpasar.

4. Jaringan Hardys (Tersebar di Seluruh Kabupaten/Kota di Bali)

Siapa warga Bali yang tidak kenal Hardys? Dulu, Hardys bisa dikatakan sebagai “raksasa ritel lokal” paling perkasa di Bali. Mengusung konsep belanja keluarga terpadu, Hardys berhasil mengekspansi hampir seluruh kabupaten/kota dari Denpasar, Badung, Buleleng, Tabanan, hingga Gianyar. Sayangnya, badai finansial dan perubahan peta bisnis ritel memaksa sang raksasa ini perlahan gulung tikar dan meninggalkan gedung-gedung besar yang kini terbengkalai.

BACA JUGA :  Sindu Putra Gelar Pameran "Sparsa Rupa", Tampilkan 10 Karya dengan Sentuhan dan Bunyi

Nostalgia & Perubahan Zaman

Redupnya mall-mall legendaris ini menjadi cermin dinamika ekonomi dan gaya hidup masyarakat Bali. Meskipun fisik bangunannya kini ada yang berganti fungsi atau tampak lengang, jejak keberadaan mereka tetap menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan modernisasi di Pulau Dewata.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya