BADUNG, BALINEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang cepat, mudah, dan benar-benar dirasakan masyarakat. Hal ini ditegaskan dalam rapat evaluasi program Mantap Nak Badung (Manfaat Tambahan Penjaminan Pelayanan Kesehatan) yang digelar di Puspem Badung, Rabu (29/4).
Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan dihadiri jajaran pimpinan perangkat daerah, mulai dari Inspektur, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, hingga Kepala Dinas Kesehatan dan tim perumus kebijakan.
Program Mantap Nak Badung sendiri dirancang sebagai pelengkap layanan Krama Badung Sehat (KBS) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Inovasi ini menghadirkan berbagai fitur terintegrasi seperti layanan home care, telemedicine, SIGAP, hingga antar-jemput pasien dalam satu sistem digital guna meningkatkan efisiensi pelayanan.
Bupati Adi Arnawa menegaskan, keberhasilan program tidak diukur dari kecanggihan sistem, melainkan sejauh mana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menyoroti masih adanya kesenjangan akses layanan, khususnya bagi warga di lapisan bawah.
“Jangan sampai program ini hanya bagus di atas kertas. Masyarakat harus benar-benar merasakan kehadirannya. Saya ingin ada armada yang bisa menjangkau hingga ke gang-gang. Bayangkan jika warga cukup menelepon dan langsung ditangani cepat, itu yang dibutuhkan,” tegasnya.
Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pemanfaatan layanan masih belum sebanding dengan jumlah penduduk Badung yang mencapai lebih dari 500 ribu jiwa. Minimnya sosialisasi disebut menjadi salah satu kendala utama. Untuk itu, Bupati meminta puskesmas, perbekel, dan perangkat desa aktif menjadi ujung tombak penyebaran informasi kepada masyarakat.
Di sisi lain, Bupati juga mengingatkan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur dalam mendukung inovasi layanan. Menurutnya, penyederhanaan sistem menjadi kunci agar masyarakat tidak kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Badung dr. Made Padma Puspita menjelaskan bahwa optimalisasi program sempat terhambat karena regulasi teknis dan pengaturan tarif baru rampung pada akhir 2025. Kini, seluruh layanan telah terintegrasi dalam aplikasi “Badung Sehat” yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan kesehatan, termasuk home care, secara mandiri.
Ke depan, Pemkab Badung berkomitmen mengembangkan layanan respons cepat guna menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis, sekaligus memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan hingga ke tingkat paling bawah.
