Bumdes Desa Sayan Bangun Dua Unit Villa, Topang Pendapatan Desa

Vila di Desa Sayan siap melayani wisatawan untuk menopang perekonomian dan pendapatan desa.
Vila di Desa Sayan siap melayani wisatawan untuk menopang perekonomian dan pendapatan desa.

GIANYAR, BALINEWS.ID – Di tengah suasana hijau dan ketenangan alam Ubud, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar, menghadirkan warna baru dalam pengembangan pariwisata berbasis desa. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pemerintah Desa Sayan kini mengembangkan dua unit villa eksklusif yang dibangun di atas lahan seluas 4 are di kawasan Gang Damai, Desa Sayan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Desa Sayan untuk memadukan potensi wisata alam, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu konsep pariwisata berkelanjutan. Kehadiran villa tersebut diharapkan tidak hanya menambah pilihan akomodasi bagi wisatawan yang ingin menikmati atmosfer khas Ubud, tetapi juga menjadi sumber pendapatan baru bagi desa.

BACA JUGA :  Umat Tionghoa Gianyar Ngelawang Barong Singa Emas di Hari Saraswati

Selama ini, Sayan dikenal sebagai salah satu kawasan favorit wisatawan karena menawarkan panorama alam tropis, hamparan sawah, suasana pedesaan yang tenang, hingga kekayaan budaya Bali yang masih terjaga. Dengan konsep pengelolaan melalui BUMDes, villa ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman menginap yang lebih dekat dengan nuansa lokal dan kehidupan masyarakat desa.

Pengembangan usaha villa tersebut juga menjadi bukti keseriusan Desa Sayan dalam memanfaatkan aset desa secara produktif di tengah terus berkembangnya industri pariwisata Ubud. Selain membuka peluang ekonomi baru, keberadaan villa diyakini mampu memberikan efek berganda bagi masyarakat sekitar, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga pemberdayaan usaha lokal.

BACA JUGA :  Traveling Makin Gampang, Intip Daftar Lengkap Negara Bebas Visa untuk Pemilik Paspor Indonesia per 2026

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gianyar, I Gede Daging, menyambut positif langkah inovatif Desa Sayan tersebut. Menurutnya, pengembangan usaha pariwisata berbasis desa seperti villa BUMDes menjadi contoh pengelolaan potensi wilayah yang kreatif dan berkelanjutan.

“Kami berharap usaha BUMDes Sayan berupa villa ini bisa berkembang dan sukses. Beberapa desa lain juga ada yang membuat usaha serupa. Mudah-mudahan ini menjadi langkah baik bagi penguatan ekonomi desa,” ujarnya, Jumat (15/5).

Menariknya, sebelum mulai beroperasi, villa BUMDes Desa Sayan akan menjalani prosesi melaspas, sebuah ritual penyucian dalam tradisi Hindu Bali. Prosesi ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus permohonan agar usaha yang dijalankan diberikan kelancaran dan keberkahan.

BACA JUGA :  Atraksi Budaya Okokan dan Tektekan Hidupkan Suasana Sore di Tanah Lot, Wisatawan Juga Diajak Ikut

Sentuhan budaya lokal tersebut menjadi daya tarik tersendiri, memperlihatkan bagaimana pariwisata di Bali tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga kearifan tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat. Dengan perpaduan nuansa alam, budaya, dan konsep pemberdayaan desa, villa BUMDes Sayan diharapkan mampu menjadi destinasi menginap baru yang menawarkan pengalaman autentik khas Bali.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya