Gus Gaga Imbau Peniadaan Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru, Ini Alasannya

GIANYAR, BALINEWS.ID – Anggota DPRD Kabupaten Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra, mengimbau Pemerintah Kabupaten Gianyar agar meniadakan pesta kembang api pada malam pergantian Tahun Baru 2026, 31 Desember 2025. Imbauan tersebut disampaikan sebagai wujud empati dan keprihatinan atas berbagai musibah bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Ida Bagus Gaga Adi Saputra menilai suasana duka akibat bencana belum sepenuhnya reda. Banjir bandang yang melanda sejumlah daerah di Sumatera dan Aceh telah menelan ribuan korban serta menyisakan luka mendalam bagi masyarakat terdampak. Kondisi serupa juga dirasakan di Bali, di mana bencana hidrometeorologi terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota, menimbulkan korban jiwa serta kerusakan permukiman dan infrastruktur.

BACA JUGA :  Nyaris Rampas Uang MC Rp 191 Juta, WNA Azerbaijan Ajak Teman yang Mengaku Interpol

Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar tersebut menilai penyelenggaraan pesta kembang api dengan nuansa hingar-bingar dan euforia berpotensi mencederai rasa kemanusiaan. Menurutnya, perayaan yang bersifat seremonial di tengah situasi duka masyarakat terdampak bencana dapat menjadi paradoks sosial.

“Di satu sisi ada pesta dan kemeriahan, sementara di sisi lain masih banyak saudara-saudara kita yang menangis dan berjuang untuk bangkit akibat bencana. Situasi ini patut kita renungkan bersama,” ujar pria yang akrab disapa Gus Gaga itu.

BACA JUGA :  Pramana Experience Unveils A Taste of Majapahit Through "Rasayatra"

Selain itu, imbauan tersebut juga sejalan dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam. Ia mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas yang tidak mendesak, khususnya kegiatan yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan akibat kondisi cuaca yang belum stabil.

Lebih lanjut, Ida Bagus Gaga Adi Saputra mengusulkan agar anggaran yang biasanya dialokasikan untuk pesta kembang api dialihkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana maupun warga kurang mampu. Menurutnya, dana yang nilainya bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah akan jauh lebih bermanfaat jika digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan.

BACA JUGA :  Lansia di Peguyangan Tewas Dianiaya dan Ditikam, Pelaku Serahkan Diri

Ia juga menyoroti aspek budaya dan lingkungan. Menurutnya, pesta kembang api bukan bagian dari tradisi lokal Bali dan cenderung menimbulkan dampak lingkungan. Padahal, pembangunan Bali saat ini mengedepankan prinsip keberlanjutan dan pelestarian lingkungan hidup.

Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah agar menyambut pergantian tahun dengan sikap kontemplatif. Pergantian tahun, menurutnya, semestinya dimaknai sebagai momentum refleksi diri, mensyukuri anugerah, serta memperbaiki kekeliruan di masa lalu, bukan sekadar perayaan yang menonjolkan kemewahan dan euforia sesaat. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

DENPASAR, BALINEWS.ID – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di simpang empat Jalan Surapati–Jalan Kepundung, Denpasar, Rabu pagi (14/1/2026)....
DENPASAR, BALINEWS.ID – Sosok seorang wanita pengedar narkoba mendadak mencuri perhatian publik saat digiring petugas di Mapolresta Denpasar....
KARANGASEM, BALINEWS.ID - Seorang pendaki remaja berinisial I Ketut YKA (18) mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Agung, Karangasem,...
OLAHRAGA, BALINEWS.ID - John Herdman, secara resmi menjadi pelatih tim nasional sepak bola Indonesia usai dirinya diperkenalkan oleh...